Maling Sepeda Motor Tewas Mandi Darah di Namorambe

2
917

IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Seorang pelaku curanmor diperkirakan berusia 35 tahun yang belum diketahui identitasnya tewas dalam kondisi berlumuran darah setelah dipukuli oleh massa kemarin siang [Kamis 9/11: sekira 12.30 wib].

Data yang berhasil dikumpulkan oleh SORA SIRULO, pria dengan ciri ciri memakai celana jeans pendek ini ketahuan melakukan pencurian sepeda motor Yamaha Vixion warna putih BK 4054 AGB milik Brema Ginting (20) warga Dusun 1, Namorambe (Kecamatan Namorambe, Deliserdang).

Sebelum kejadian, korban diketahui hendak menjemput orangtuanya yang sedang berada di Desa Namo Pinang (Kecamatan Namorambe). Begitu korban sampai di Desa Namo Pinang, korban memarkirkan sepeda motor miliknya pas di samping sekolah SD Negeri tempat A beru Sinukaban (46) orangtuanya mengajar.

“Ketika aku masuk ke kantor sekolah, aku baru ingat kalau kunci keretaku tertinggal. Aku ingin mengambilnya. Tapi, ketika aku hendak menuju ke keretaku, aku melihat pelaku sudah membawa keretaku,” ujar Brema Ginting.




Mengetahui pelaku dengan ciri-ciri berambut lurus dan berkumis tipis ini melarikan keretanya ke arah Namorambe, korban langsung menghubungi teman-temannya agar melakukan penghadangan di depan Polsek Namorambe. Mendapat informasi dari korban Brema Ginting, warga lantas berkumpul di jalan sesuai dengan arahan korban.

Akan tetapi, sewaktu pelaku melintas, ia melihat warga telah berkumpul di jalan dengan membentangkan kursi dan batu. Takut tertangkap, pelaku lantas berbelok arah ke jalan perladangan warga. Melihat sepeda motor korban dilarikan ke arah perladangan, ratusan warga langsung mengejarnya. Tiba di jalan buntu, pelaku mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke arah persawahan menuju perkampungan.



“Belum sempat tiba di perkampungan, warga yang mengejar pelaku akhirnya berhasil menangkapnya,” sambung beberapa warga yang ikut melakukan pengejaran.

Tak ayal lagi, pelaku langsung dipukuli sampai bermandikan darah. Nyawa pelaku masih bisa diselamatkan, karena polisi langsung datang.  Begitu pelaku diamankan polisi, polisi langsung membawanya ke Polsek. Tiba di Polsek Namorambe, polisi berencana  membawa pelaku ke Desa Namo Pinang tempat kejadian, guna melakukan pengembangan. Ironisnya, belum juga tiba TKP, mobil Kanit reskrim polsek Namorambe Iptu W Tarigan, jenis kijang kapsul warna biru BK 1843 BC yang membawa pelaku, tiba-tiba saja dihadang oleh ratusan warga.

“Mobil Polisi yang membawa pelaku itu dihadang warga pas di Jalan Besar Dusun 2 Desa Tangkahan Kecamatan Namorambe,” sambung warga.

Ketika mobil tersebut berhasil dihentikan, ratusan warga yang telah berkerumun lalu mengeluarkan pelaku dan kembali menghajarnya.

“Ratusan warga kemudian menyeret pelaku ke dalam kebun sawit. Di sana, masa kembali menghajar pelaku hingga tewas dengan menggunakan batu dan kayu. Ngeri kali, bang, warga melempari pelaku dengan batu. Sehingga, kening pelaku bolong akibat terkena batu, mata sebelah kiri keluar, mulut pecah, rusuk kiri kanan patah dan tewas di tempat,” bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Namorambe (Iptu W Tarigan) membenarkan kejadian tersebut dan pelaku tewas di tempat.

“Kita tidak bisa menghadang ratusan warga yang menghadang kita. Pelaku juga memiliki ciri-ciri bibir sumbing dan memiliki tato di sebelah kanan tangannya. Dia sudah kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kasus ini murni pencurian, warga yang menghadang kita ada sekitar 1000 orang. Sampai saat ini nama dan alamat pelaku belum kita ketahui karena pelaku tidak memiliki identitas,” terang Kanit ketika dikofirmasi.








2 COMMENTS

  1. Kok agak sedikit lebai ya , warga menghadang 1000 org?? 1000 org itu banyak, dan kepada pak polisi tolong di ingat negara kita negara hukum, yg main hakim sendiri harus di tindak, dan tidak membenarkan hal seperti ini, bisa nya pelaku di hajar massa di depan polisi sendiri, ah payah kali lah klo kayak gini

Leave a Reply