JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Wakil Walikota Medan (Ir H Akhyar Nasution MSi) meninjau warga bantaran Sungai Deli di Kelurahan Kampung Aur, Sei Mati, dan Gedung Johor yang rumahnya dilanda banjir bandang [Selasa 7/11]. Akibat banjir tersebut, aktivitas warga tinggal di pinggiran sungai yang membelah Kota Medan ini pun menjadi terganggu.

Wakil Walikota Medan didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Arjuna Sembiring SSos MSP), Kadis Kominfo (Zain Noval SSTP MAP) dan Kabag Humas Pemko Medan (Rasyid Ridho SSTP) tiba di Dermaga Taman Edukasi Go River, sekira pukul 12.30. Selanjutnya, Akhyar dan rombongan mengarungi Sungai Deli dengan menggunakan empat perahu bermesin.




Dalam peninjauannya, Wakil Walikota membagi-bagikan nasi kepada seluruh warga. Soalnya, pada hari itu warga tidak sempat masak. Air masuk ke rumah mereka rata-rata semeter sehingga aktivitas rutin mereka terkendala. Mereka sibuk menguras dan mengeringkan rumah mereka yang dibasahi air. Sedangkan nasi yang dibagikan merupakan sumbangan spontanitas dari masyarakat, Parpol, termasuk Pemko Medan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) (Arjuna Sembiring SSos) mengungkapkan, banjir yang melanda warga pinggiran Sungai Deli ini merupakan air hujan kiriman dari Dataran Tinggi Karo yang terus menerus diterpa hujan.

“Dengan tingginya debit air hujan, sungai tidak mampu menampung air hingga meluap dan membanjiri rumah-rumah penduduk. Korban banjir di Kelurahan Aur sebanyak 240 KK di 125 rumah dengan ketinggian air 1 – 1,5 Meter. Di Kelurahan Sei Matim, sebanyak 657 KK di 500 rumah dengan ketinggian air 1 – 1,65 Meter. Di Kelurahan Gedung Johor sebanyak 130 KK di 120 rumah dengan ketinggian air 1 – 1,5 Meter.Warga yang tinggal di bantaran sungai itu tampaknya memang sudah terbiasa dilanda banjir. Sebagian besar dari mereka telah bersiap saat banjir tiba dengan mengungsi ke rumah tetangga juga masjid,” kata Arjuna Sembiring SSos menerangkan.

Dapat ditambahkan, Sungai Deli berhulu di Gunung Sibayak. Orang-orang Karo menyebut sungai ini Lau Petani atau Sungai Petani di wilayah Sembahe dan baru setelah melintasi Pusat Kerasajaan Haru Delitua, sebuah Kerajaan Karo tua, sungai ini bernama Deli.








Leave a Reply