ARJUNA KEMBAREN. MEDAN. Harga jeruk Karo di pasar-pasar tradisional Medan tetap normal meski hujan deras turun setiap hari sejak seminggu ini di Dataran Tinggi Karo.

Korelasi antara curah hujan dengan harga jeruk terjadi bila jeruk yang diharapkan dipasok dari daerah Urung Liang Melas, wilayah dimana kampung-kampung kebanyak didirikan oleh merga Sembiring Kembaren. Jalan ke wilayah ini masih sangat parah. Bila hujan turun, apalagi turunnya setiap hari, maka jalan sulit dilalui kenderaan roda empat. Dengan begitu, pasokan jeruk dri Liang Melas turun drastis.




Tapi, tidak demikian halnya saat ini. Produksi jeruk dari Liang Melas memang lagi kosong. Jalan licin maupun jalan bagus, tetap saja tidak ada buah jeruk yang bisa diturunkan dari daerah itu ke Medan.

Dalam amatan SORA SIRULO, saat ini, kebanyakan komoditi buah jeruk Karo datang dari daerah sekitar kampung-kampung Singa, Kacinambun, Kutambelin, Lauriman, Gurubenua, dan Barung Kersap. Kampung-kampung ini gabungan dari Urung Sipitu Kuta Ajinembah (Singa, Kacinambun, Lauriman) dengan Urung Siwah Sada Ginting (Gurubenua, Barung Kersap, Kutambelin). Urung Sipitu Kuta adalah wilayah Ginting Munte, dan Urung Siwah Sada Ginting wilayah Ginting Suka.

Berikut ini adalah daftar harga-harga Jeruk Karo di Medan hari ini [Minggu 12/11].

Kelas Super Rp 13 ribu/ Kg

Kelas AB Rp. 12 ribu/ Kg

Kelas C Rp. 8 ribu/ Kg

Kelas Anak Rp. 6 ribu/ Kg








Leave a Reply