SALMEN SEMBIRING. BAHOROK. 200 aparatur sipil negara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Sumut menanam 10.000 pohon di Taman Nasional Leuser [Kamis 9/11]. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian program Kementerian LHK yang mewajibkan setiap pegawai menanam 25 pohon.

Lokasi penanaman berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser blok hutan Batu Jongjong Resort Bahorok. Keseluruhan pohon ditanam pada areal hutan seluas 8 ha.

Untuk menuju lokasi, para ASN harus berjalan kurang lebih 1,5 km melewati sungai yang sangat jernih dan perkebunan warga. Sebagian pegawai mengaku berangkat subuh terutama yang dari luar Kota Medan.




Sekitar Pukul 11.00 Wib, siang, seluruh tim telah tiba di lokasi penanaman. Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser selaku pemangku kawasan. Beliau berpesan, selain melaksanakan kewajiban hal ini juga tentunya akan bermanfaat baik bagi pelestarian lingkungan.

Turut hadir dalam acara ini adalah Edward Sembiring, kepala Balai Penegakan Hukum Kementerian LHK Wilayah Sumatera dan beberapa eselon dari ketujuh UPT kementerian. Jenis pohon yang ditanam adalah jenis ficus-ficusan (akar gantung), macaranga, damar, dan gaharu. Bibit tanaman buah seperti cempedak, nangka dan durian juga ditanam.

Selain baik untuk pakan satwa liar juga akan bermanfaat bagi warga sekitar ke depannya. Selain itu, dalam kegiatan ini juga diberikan bantuan 500 pohon jambu madu Binjai, mangga dan durian kepada warga desa Batu Jongjong.

“Penanaman ini sekaligus ajang silaturahmi para aparatur negara dari BBTNGL, BBKSDA SU, BPPHLHK SUMATERA, BPDAS WU, BPDAS AB, BPKH WIL I, dan BPSKL SUMATERA,” ujar Ardi Andono (Kepala Bidang TNGL Stabat).

Penanaman ini merupakan proses panjang dari kerjasama para UPT LHK di Sumut. Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut sebelumnya dikuasai oleh masyarakat, namun ketika diketahui ternyata masuk ke dalam wilayah TNGL, mereka menyerahkan secara sukarela setelah dicek oleh petugas BPKH Wil I. Kebun karet yang selama ini berdiri pun kemudian ditumbangkan secara bersama-sama dengan NGO lokal, volunteers, OIC, WCS, YHUA, YLI dan Scorpion.

Bibit yang ditanam untuk ASN berasal dari BPDAS Wampu Ular, dan Orangutan International Conservation untuk selanjutnya akan dipelihara oleh volunters Batu Katak dan LSM OIC. Keberhasilan kegiatan ini merupakan keberhasilan bersama antara masyarakat, LSM, dan UPT LHK.

“Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan bila kita bersatu,” tambah Ketua Bidang TNGL Stabat ini.








Leave a Reply