IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Citra dunia pendidikan di Kabupaten Deliserdang kembali tercoreng. Kali ini akibat ulah seorang oknum Kepala Sekolah SMKN 1 Biru-biru, Tiopan Saragih MPd. Tiopan Saragih ditenggarai memaksa siswanya membeli sarana komputer sekolah dengan mengutip biaya sebesar Rp 270 ribu per siswa.

Adanya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Kasek Tiopan Saragih jelas saja membuat orangtua siswa menjadi keberatan. Apalagi, saat dilakukan rapat yang digelar di sekolah dengan orangtua siswa [Jumat 10/11], Kasek Tipoan Saragih sempat mengajukan agar setiap siswa wajib membayar uang pengadaan komputer sebesar Rp 500 ribu.




“Awalnya, kepala sekolah memaksa orangtua membayar Rp 500 ribu per siswa,” jelas saja kami keberatan, keluh salah seorang orangtua siswa yang namanya minta dirahasiakan kepada wartawan.

Lanjutnya, karena banyak orangtua siswa yang mengajukan protes dan keberatan, kepala sekolah Tiopan Saragih kemudian mematok, agar setiap siswa wajib membayar Rp 270 ribu.

Tiopan Saragih

“Ini jelas-jelas pemerasan, dan kepala sekolah sudah melakukan praktek pungli. Anak saya sudah kelas 3 SMK. Komputer itu hanya dipakai beberapa bulan lagi oleh anak kami, kesal orangtua siswa yang mengaku bekerja sebagai petani ini.

Lebih anehnya lagi, sambungnya, meski kepala sekolah yang mematokan uang pengadaan komputer sekolah tersebut, Tiopan Saragih justru tidak mau dilibatkan dalam pengutipan.

“Kalau ada nanti yang buat keributan, jangan bilang yang minta uang untuk beli komputer kepala sekolah. Tapi bilang suka rela orangtua bayar Rp 270 ribu untuk beli komputer sekolah,” kata orangtua siswa tadi menirukan ucapan kasek Tiopan Saragih.

Sayangnya, kepala sekolah SMKN 1 Biru-biru Tiopan Saragih ketika hendak dikonfirmasi oleh wartawan terkait adanya dugaan pungutan liar di sekolahnya [Senin 13/11] tidak membuahkan hasil.

“Kepala sekolah sedang sibuk. Kan abang dengar langsung tadi saya telepon,” kata seorang Satpam yang bertugas menjaga gerbang masuk sekolah kepada reporter SORA SIRULO.








Leave a Reply