Ketika Ananda Sukarlan Walk Out, mendadak orang-orang yang merasa paling punya surga di republik ini berteriak soal adab, soal sopan santun, soal etika. Lalu, ketika anak-anak kecil diajari untuk berteriak “Bunuh …. bunuh …. bunuh … Si Ahok” apakah itu beradab?

Juga ketika bersuara keras sambil takbir bersuara lantang gantung Ahok, gantung Ahok. Apakah itu juga beretika?

Masih dalam Pilkada DKI bagaimana seorang Ahok dicegat dengan kata-kata kasar saat blusukan. Apakah itu juga termasuk Tata krama? Dan, ketika Pak Djarot yang muslim diusir dari dalam masjid. Apakah itu sesuatu yang santun?




Yang terakhir, bagaimana seorang Ibu Negara, yang mestinya kita hormati, lalu dilecehkan. Apakah itu juga perilaku yang berbudi?

Kemenangan dalam kontestasi demokrasi yang diraih dengan cara rasis, dengan memecah belah bangsa, Tentu akan sulit merekatkan kembali hati yang terkoyak.

Rasanya, akan bermunculan AnandaSukerlan-AnandaSukerlan lain di Bumi Pertiwi ini jika ada pemimpin yang menang seperti halnya pemimpin DKI Sekarang. Karena, memang, manusia waras akan menilai siapapun itu dari perilaku dan prestasi. Bukan karena RASIS!!

Jika Ananda Sukerlan sahabat kami dianggap tidak beradab, ajarilah kami caranya beradab. Tapi tidak dengan rasis!








Leave a Reply