Yang perlu diberikan makna adalah “HIDUP” bukan apapun di luar itu.

Kita sering sekali terjebak dalam pengertian bahwa agamalah yang membuat hidupmu bermakna. Padahal, yang membuat hidupmu bermakna adalah “dirimu” sendiri. Agama hanyalah satu di antara banyak pilihan dalam memaknai hidup.

Bahkan, di luar agama sendiri ada begitu banyak jalan untuk bisa sampai pada hidup yang “bermakna”. Cuman saja, karena umumnya orang selalu pengen dilabel dalam satu label yang sama seperti agama, akhirnya makna hidup yang transparan dan apa adanya menjadi “KABUR”.








Leave a Reply