IMANUEL SITEPU. TANJUNG MERAWA. Tubuh seorang pria diperkirakan berusia 40 tahun, tapi belum diketahui identitasnya (Mr X), ditemukan mengapung [Senin 20/11: sekira 16.30 wib] di pinggir Sungai Belumei, Dusun IX Kampung Paya Kompleks Kandir PTPN 2, Desa Buntu Bedimbar (Kecamatan Tanjung Merawa).

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban cukup mengenaskan. Pada tubuh pria yang mengenakan kemeja warna cream motif garis serta celana jeans lengkap ikat pinggang mengalami luka robek pada pipi sebelah kanan, hidung mengeluarkan darah, serta luka robek pada bagian kepala.

Tubuh yang mengenakan sandal gunung ini pertama kali ditemukan oleh 2 penjala ikan bernama Surya (35) dan Bayu Pratama (18) keduanya warga Gang BO Dusun I Desa Tanjung Merawa A (Kecamatan Tanjung Merawa). Ketika itu, keduanya mengaku hendak menjala ikan di Sungai Belumai.




“Tadi kami mau menjala ikan, bang. Tapi perhatianku langsung tertuju ke pinggir sungai karena melihat seperti rambut mengapung,” kata Surya.

Curiga, Surya lantas menyuruh temannya Bayu Pratama untuk memeriksa. Alangkah terkejutnya Bayu begitu helaian rabut itu ditarik. Sesosok tubuh manusia langsung ikut mengapung ke permukaan. Dalam kondisi ketakutan, keduanya lantas pulang lalu melaporkan kepada warga setempat. Mendapat informasi adanya penemuan mayat, dalam sekejab, bantaran Sungai Belumai langsung dipadati warga untuk memastikan siapa sebenarnya sosok mayat yang mengapung tersebut.




Karena tidak ada yang mengenal, warga kemudian menghubungi Polsek Tanjung Merawa. Tak lama kemudian, personil Polsek Tanjung Merawa dan Tim Basarnas turun ke lokasi (sekira 17.00 wib).

Setelah melakukan olah TKP, tubuh korban kemudian dievakuasi dengan menggunakan mobil ambulans milik RSU PTPN 2 Tanjung Merawa. Informasi diperoleh, jenazah pria yang diduga korban pembunuhan ini, dibawa ke RS Bayangkara Medan untuk diautopsi.

“Tadi kami sempat memeriksa kantong celana dan bajunya karena warga sini tidak ada yang mengenalnya. Tapi, tidak ada kami temukan identitasnya. Saya rasa mayat ini korban pembunuhan. Dan pelaku sengaja mengambil identitasnya untuk menghilangkan jejak,” sebut Anto (35) salah satu warga ketika ditemui di lokasi.





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.