Kita semua tahu, Rabbani itu nyari duit dengan menjual pakaian muslim. Salah satunya menjual jilbab. Semakin banyak orang pakai jilbab, semakin besar peluang dagangannya laku. Semakin banyak duit masuk kantong.

Jilbab diidentikkan dengan islam. Jadi, Rabbani dapat keuntungan dari jualan pakaian yang diidentikan dengan simbol-simbol agama

Kalau Rabbani mengimbau orang pakai Jilbab, itu bukan semata nasihat agama. Tapi itu sebagai trik jualan. Biar kaya. Sama seperti First Travel yang menasehati orang untuk mencari pahala dengan umroh. Motifnya ekonomi. Bungkusannya dakwah.




Kini ada Rina Nose, artis yang pernah pakai jilbab dan sekarang melepas jilbabnya. Itu pilihan dia sebagai individu. Ketika Rabbani sebagai penjual jilbab itu memanfaatkan momen tersebut dengan beriklan seolah memojokkan pilihan Rina untuk membuka jilbabnya. Kayaknya secara etis, itu gak banget deh.

Iya, sih, emang dalam iklan cuma ditulis, ada kerudung gratis buat Rina Nose. Gayanya seperti Rabbani yang mau memberi sedekah kerudung buat Rina. Emang Rina Nose memilih gak pake jilbab karena gak sanggup beli kerudung? Kesannya melecehkan banget.

Kalau Rabbani memang mau dakwah, coba deh, bikin promo kepada semua perempuan yang gak pakai jilbab, ada kerudung gratis dari Rabbani. Itu baru keren.

Kenapa cuma Rina Nose? Sebab Rabbani mau numpang isu buat jualan produknya. Sudah menumpang isu dan popularitas Rina sebagai artis. Kesannya memojokkan pula. Sudah gak bayar honor talent, mencomot foto tanpa izin dari orangnya untuk kepentingan bisnis, sekaligus juga melecehkan.

Langkah seperti ini selain norak dan kampungan, secara bisnis, gak punya etika. Ancur.

Rabbani baru mau ngasih selembar jilbab untuk Rina Nose. Itu juga motifnya iklan. Tapi yang pasti dia sudah nyolong hak Rina sebagai artis dengan mempubliksai fotonya tanpa izin. Nyolong, kok, ngakunya beragama.

Emang berapa harga selembar jilbab dibandingkan honor bintang iklan?

Sebagai artis, Rina Nose bisa saja menggugat Rabanni jika fotonya digunakan sebagai iklan produk secara serampangan. Kalau Rina membiarkan saja apa yang dilakukan Rabbani, itu tandanya Rina justru yang sudah berinfaq buat Rabanni. Itung-itung sedekah untuk fakir miskin.

Heran juga sih, bisnis kalau sudah ada bau-bau agamanya, seringnya kok jadi kehilangan etika. Dipikirnya dia sedang berdakwah. Ngajak orang pada kebaikan. Padahal mah, cuma mau nyari duit.

“Makanya mas, sampai kapanpun saya gak mau pakai Jilbab Rabbani,” ujar Bambang Kusnadi.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.