Kolom M.U. Ginting: DARI PERKAWINAN KAHIYANG KE KBB DAN MBB

1
702

Karo Bukan Batak (KBB) dan Mandailing Bukan Batak (MBB) berkobar sangat gencar-gencarnya sehubungan dengan pesta perkawinan putri Jokowi dengan Bobbi Nasution. Nasution adalah salah satu marga orang Mandailing. Tersebar luas penjelasan/ pencerahan siapa Batak dan bukan Batak menjadi lebih populer di masyarakat Indonesia.

Katanya Mandailing sudah menyatakan bukan Batak sejak 1922, Karo sejak 1952, Simalungun sejak 1963. Rame juga tetapi banyak positifnya bagi Karo dan Mandailing, dan juga bagi rakyat Indonesia. Terutama sekali bagi orang-orang Jawa yang sama sekali buta terhadap soal Batak.




Bagi orang Jawa, Jokowi sudah ada pengalaman nyata ketika ke Parapat pesta Danau Toba yang sempat menyaksikan Bupati Simalungun menangis ketika Parapat dikatakan daerah Batak oleh tamu menteri. Mereka tidak mengerti kalau Parapat terletak di daerah ulayat Suku Simalungun.

Pelajaran Batak kali ini (dalam pesta perkawinan putri presiden) memang sangat meriah, tetapi juga mengharukan dan pembelajaran penting bagi rakyat Indonesia tentang suku-suku bhinnekanya.

Ethnic competition dalam politisasi Batak semakin jelas bagi orang awam. Pembatakan dipakai kolonial untuk memecah belah dan, sekarang, dipakai sebagai alat kompetisi etnis; ethnicgroups self-assertion for power, regional power or central power. Terima kasih Bobbi dan Kahiyang yang telah memunculkan pencerahan yang gemilang terutama bagi Suku Mandailing dan Suku Karo, 2 suku bhinneka tunggal ika yang punya hak dan kewajiban sama dengan semua suku-suku lain di negeri multietnis Indonesia (bukan sebagai bagian dari suku lain).








1 COMMENT

  1. Sebagai tambahan penjelasan soal Mandailing Bukan Batak dan Karo Bukan Batak. dibawah ini saya ikutkan pidato Ichwan Azhari dalam sebuah seminar di Medan 2014.

    Ichwan Azhari: Tidak Ada Hubungan Orang Karo dengan Orang Batak

    “Diambil aja darah orang Batak, kemarin pak Ketut sudah mengambil sampel DNA orang Gayo, orang Batak, sama orang Karo. Ternyata tidak ada hubungan antara orang Karo dengan orang Batak Toba” ujar Dr. Phil. Ichwan Azhari, seorang sejarawan, pengajar dan ahli filologi (filolog) Indonesia dan merupakan Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan (Unimed) saat sesi tanya jawab pada Seminar dengan tema “Telaah Mitos Dan Sejarah Dalam Asal Usul Orang Batak” yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Medan (Unimed), Jumat (09/01/2014) di Ruang Sidang FIS Unimed. Dalam seminar ini dihadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Uli Kozok dari University of Hawaii, Prof. Dr. Bungaran Simanjuntak dari Universitas Negeri Medan, dan Ketut Wiradynyana dari Balai Arkeologi Medan.
    https://www.youtube.com/watch?v=Sx7dpl__e8M

Leave a Reply