Sejarah manusia dari masa ke masa, ada beberapa hal yang membuat manusia cenderung nekad dan Ekstrim dalam berperilaku. Mereka sanggup mempertaruhkan nyawa, sanggup berbuat sesuatu hal yang di luar nalar. Apa itu? Ketika memperjuangkan Negara, Kehormatan dan Agama.

Jelas, ketika memperjuangkan Negara dan Kehormatan adalah sesuatu yang tentu saja ada nilai-nilai luhur. Banyak orang yang akan menaruh hormat serta memuji. Namun, jika memperjuangkan Agama?

Di sinilah terjadi fenomena. Kebenaran dalam agama yang absolut tergantung dari pemeluknya. Sudut pandang yang tidak bisa diganggu gugat dari fanatisme akan membuat pemeluknya menjadikan agama segala-galanya.




Namun memang, kebenaran dalam agama yang kontradiktif telah memicu perselisihan. Memicu pertentangan. Lalu akan berujung pada konflik yang berkepanjangan. Menimbulkan perang dan saling membunuh.

Faktanya adalah, dalam kurun waktu ratusan tahun sejarah telah menulis bahwa antara Syiah dan Syuni terjadi konflik yang tidak berkesudahan. Bahkan konon pernah antara Irak dan Iran perang selama 7 tahun karena hal yang mestinya “sepele ” ini.




Itulah mengapa ketika demo soal Ahok tempo hari, karena banyak orang yang “diracuni” dengan dalih agama, konon juga ada sekelompok orang yang rela jalan kaki “Ngenthengklik” dari Tasikmalaya ke Jakarta. Luar biasa, bukan?

Bukan itu saja, banyak orang yang katanya jihad namun membuat kerusakan di mana-mana.

Bahkan yang terakhir terjadi pembunuhan di Mesir hingga memakan korban sekitar 235 orang mati sia-sia. Yang hebatnya lagi, mereka berbuat keji tersebut dengan meneriakkan Takbir.

Apakah radikalisme agama bisa berakhir? Tidak akan bisa selama manusia beragama secara fanatik berlebihan dan tidak menggunakan akal sehat.





Leave a Reply