“Apa yang kita yakini benar memang harus diperjuangkan,” demikian komen FAP terhadap Kolom Edi Sembiring yang berjudul MALAS BERPIKIR.

Betul memang. Nasib dan masa depan suatu kultur/ suku harus diperjuangkan oleh suku atau pemilik kultur itu sendiri. Tidak bisa diserahkan kepada suku lain atau kultur lain, terutama kalau mengingat lagi ethnic competition yang bisa bikin punah suatu etnis/ kultur tertentu.

Tiap kultur/ suku, untuk menjaga existensinya dan survivalnya ‘memang harus diperjuangkan’ sendiri secara aktif oleh kultur bersangkutan.




Belakangan sudah banyak juga perubahan sangat positif. Lihatlah bagaimana pemuda-pemuda Karo bawa spanduk besar dikota Medan mengatakan bahwa KARO BUKAN BATAK. Sama dengan keaktifan dan kegesitan pemuda Mandailing mengobarkan bahwa Mandailing Bukan Batak. Perjuangan dan Pernyataan ini semua adalah adil dan karena itu harus dilakukan. Selain adil juga perlu untuk PENCERAHAN bagi semua publik Indonesia dan dunia.




Apa yang benar dan yang adil harus dikedepankan, juga karena KEBENARAN dan KEADILAN adalah perlu bagi SEMUA. Tidak ada keadilan tanpa kebenaran, juga tidak mungkin berlaku kebenaran kalau tanpa keadilan.

Semua ini harus diperjuangkan, dengan:

Katakan apa yang harus dikatakan
Tulis apa yang harus ditulis
Bikin apa yang harus dibikin

Kalau diam saja tidak akan ada perubahan.

Tanpa bikin perubahan, suatu suku/kultur pasti akan lenyap dimakan zaman yang selalu dan tetap berubah itu.

FOTO HEADER: Suku Karo

Leave a Reply