Ketua Umum PP Muhammadiyah (Haedar Nashir) menuturkan, sesungguhnya masih banyak elite politik dan pemerintahan yang baik. Namun, mereka tidak terekspose dan kurang menampakkan diri ke publik. Karena itu, Haedar mendorong para elite itu bisa menjadi teladan untuk rakyat.

Memang betul banyak elit/ pejabat negara yang baik tetapi tidak terexpose, kecuali kalau berbuat sesuatu yang terlihat jelas, misalnya bikin terobosan membangun daerahnya bagi elit daerah, dan bikin pembaruan di pusat bagi elit pusat. Jadi, hanya dengan tindakan nyata, kaum elit ini bisa terexpose, seperti tindakan korupsi besar atau tindakan pembangunan atau terobosan pikiran baru demi kemajuan bangsa  ini.




Dalam menyinggung korupsi Setnov, elit Muhammadiyah ini bilang, sikap dan tindakan Setnov ‘enggak nyaman’ bagi rakyat. Selain ‘enggak nyaman’ tentu juga berarti bahwa Setnov telah dengan sengaja merongrong negara secara ekonomi/ finans dengan menghabiskan uang negara sebanyak itu tanpa ada manfaat yang berarti bagi rakyat. Ini jelas tak ada bedanya dengan tindakan sabotase bagi ketahanan negara dan nation Indonesia dari rongrongan luar (neolib), meruntuhkan kekuasaan negara di negeri-negeri berkembang terutama yang kaya SDAnya.

Dan, harus selalu diingat, dalam rangka tujuan perongrongan ini, KORUPSI adalah salah satu diantara 3 alat yang dipakai neolib. Dua lainnya ialah TERORISME dan NARKOBA. Dari segi ini, jelaslah bahwa sikap dan tindakan Setnov sebagai Ketua DPR RI sangat berbahaya dan kalau terbukti ada kaitannya dengan 3 unsur alat orang luar itu, Setnov patut dapat hukuman berat sebagai tindakan sabotase keutuhan negara.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.