Minten:

“Nur, kenapa, yah? Mereka yang dulu hobi teriak save Rohingya, dan minta donasi sampai mau kirim laksar, sekarang pada diam semua lihat tragedi di Mesir, saat ratusan orang sholat di masjid dibomb dan dibrondong peluru.”

Nur:

“Ngene loh, mbak. Alasannya ada dua. Pertama, tujuan mereka teriak-teriak maslaah Rohingya itu politis. Mereka mencoba mengoyang Jokowi dengan isu anti Islam. Sama seperti strategi yang mereka lakukan untuk menjatuhkan Ahok. Tapi, ternyata Pakde lebih cerdas. Sebelum gerakan mereka lebih besar dan bergelombang kayak aksi-aksi nomor Togel di Monas dulu, Pakde cepat bertindak. Indonesia tercatat oleh PBB sebagai negara utama yang berdiri di garis terdepan membantu Rohingya. Pakde berhasil meyakinan pemerintah Myanmar kalau niat kita membantu rakyat Rohingya itu memang tulus, seperti membangun sekolah, rumah sakit, kamp pengungsi, dan lain-lain. Padahal, dulunya hampir semua negara luar yang mau masuk tidak dibolehkan oleh Pemerintah Myanmar. Di sinii berarti Pakde dianggap sosok yang dihormati dan dipercaya oleh Pemerintah Myanmar.”




Minten:

“Tadi katanya alasannya dua, yang satu lagi apa, Nur?”

 

Nur :

“Sek.. sek.. Sabar to, mbak. Alasan ke dua kenapa mereka diam saat ini melihat tragedi di Mesir adalah karena pelaku teror di Mesir diduga adalah sempalan dari gerombolan Ikwanul Muslimin yang sekarang gabung ke ISIS. Keberadaan mereka di Mesir dan beberapa negara Timur Tengah udah dilarang, mbak. Tau Ndak, perwakilan Ikwanul Muslimin di Indonesia sopo? Yup, bener Ormas yang dibubarkan Jokowi pakai Perpu kemarin. Jadi, bisa dikatakan setia kawanlah. Mosok temen berbuat onar mereka harus ikut menghujat. Yah, mending pura-pura buta dan tuli aja.”

 

Minten:

“Luar biasa pengetahuan kamu, Nur. Pasti belajar dari Bang Ucok, yah?”

 

Noted:

Hadeeh keterlaluan banget yakk si Minten, udah tau selama ini Dek Nur gaulnya sering sama Mas Ono, kok Bang Ucok pula yang dipuji…. nasib…. nasib…








1 COMMENT

  1. mengagungkan Arab dan islamnya, tetapi buktinya pengungsi islam dari mana saja satupun tidak boleh masuk atau diterima di Arab Saudi. Solidaritasnya sama pengungsi islam nol besar. Yang diterima hanya baru satu doang ‘pengungsi’ buron Rizieq.
    MUG

Leave a Reply