Oleh: Natalie Sembiring (Medan)

 

Suatu hari di Negeri Antah Berantah, hidup dua keluarga Sung dan Sang di sebuah desa. Keluarga yg bertetangga ini hidup berdampingan layaknya saudara. Keluarga ini punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Keluarga Sung adalah keluarga besar memiliki banyak anak, pandai bergaul, pekerja keras serta sangat pintar berkomunikasi dan bernegosiasi. Namun, tanahnya kurang subur dan keluarganya miskin. Keluarga Sang hanya memiliki 5 anak, tipe pemikir dan pandai berstrategi. Keluarga ini adalah keluarga yang cerdas dan setia namun tidak suka diatur sehingga selalu ingin menjadi pemimpin.

Suatu hari kedua keluarga ini berencana untuk menaklukkan negeri. Maka berangkatlah dua keluarga ini meninggalkan desa. ingkat cerita, perjuangan mereka berhasil. Mereka sangat diperhitungkan dalam segala aspek di negeri itu. Keluarga Sung menjadi sangat terkenal ke penjuru dunia sebagai keluarga terpandang.




Mengapa keluarga Sung yang terkenal? Saat mereka menyerang suatu daerah, jenderalnya dari keluarga Sang, tapi negosiatornya dari keluarga Sung. Tentu saja saat melakukan komunikasi maka dia membawa nama keluarga Sung.

Pada suatu hari, berkumpullah kelima saudara Sang.

Anak pertama: “Sepertinya perjuangan kita ini tidak ada artinya. Kita sama-sama berjuang tapi yang dapat nama hanya keluarga Sung saja. Kita harus katakan ke dunia bahwa kita ini keluarga Sang bukan Sung.

Anak ke dua: “Kau sudah gila. Sudah bertahun-tahun kita berjuang bersama. Kita hidup berdampingan. Kita ini sudah bersaudara dari dulu saat di kampung. Kau jangan cederai persaudaraan kita. Ini akan menimbulkan perpecahan. Sudahlahhh.”

Anak ke tiga: “Aku ini termasuk keluarga Sung. Aku menikah dengan anak dari keluarga Sung. Maka aku juga Sung. Kamu fikir ini tidak akan mempengaruhi kekerabatan kami? Kau jangan egois. Apa kau yakin kau juga keturunan murni?!”

Anak ke empat: “Janganlah egois. Apalah arti sebuah nama. Apa juga untungnya bagimu kalau kau ungkapkan identitas kita sebenarnya? Sebentar lagi akan ada voting pemilihan pemimpin kota aku akan mencalonkan diri. Kau fikir aku bisa menang kalau keluarga Sung tidak memilihku?”

Anak ke lima: “Kalau kau tidak mau menjadi keluarga Sungsang maka unfriend aza aku di Sosmed. Ini berarti penghinaan terhadap rumah ibadah.” (Padahal guwa takut albumku ga laku secara aku ini kan arcis.

Identitas bukan kepentingan, tapi untuk sebuah kepentingan banyak yang kehilangan identitas.








Leave a Reply