Bahwa saat tragedi Rohingya, baik Pemerintah RI maupun golongan oposisi sama-sama merespon dengan “style” masing-masing.

Kala itu, golongan oposan “bergerak” dengan semangat Jihad yang notabene memakai simbol atau slogan agama mayoritas (jual agama) agar mendapat simpati dari masyarakat bodoh.

Kala itu pula, Pemerintah RI bersama LSM, Ormas dan segenap tokoh “bergerak” dengan semangat kemanusiaan yang kemudian mencari simpati masyarakat yang katanya tidak bodoh itu dalam menggalang dana untuk Rohingya.

Namun, dalam kasus tragedi di Mesir, baik Pemerintah dengan segenap pendukungnya dan golongan oposan sama-sama tidak melakukan “pergerakan”; baik atas nama kemanusiaan maupun atas nama jihad.

Kesimpulannya:
Ternyata “pergerakan” kedua elemen bangsa itu sama.

#Salam “Berpikir Gila”








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.