NELSON GINTING. MEDAN. Pembersihan drainase terus gencar dilakukan mengantisipasi terjadinya penyumbatan yang berdampak menimbulkan genangan air maupun banjir pada saat hujan deras turun. Kali ini, pembersihan drainase dilakukan jajaran ASN Kelurahan Siterejo II (Medan Amplas) bersama puluhan kepala lingkungan serta personel Petugas  Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU).

Adapun saluran drainase  yang menjadi objek pembersihan tersebut berada di Jalan Sisingamangaraja Lingkungan 12, persisnya depan SD Negeri 100 Medan [Sabtu 25/11].  Kondisi drainase sangat parah, permukaannya dipenuhi sampah yang didominasi bahan plastik sehingga menyebabkan drainase tersumbat dan tidak berfungsi.

Pembersihan drainase ini dipimpin Camat Medan Amplas Khoiruddin Rangkuti.




“Penyumbatan ini harus segera diatasi.  Jika tidak, kita khawatir penyumbatan yang terjadi semakin parah.  Dampaknya tentunya bisa ditebak, ketika hujan deras turun drainase akan meluap. Selain menggenangi badan jalan, juga rumah warga sekitarnya,” kata Khoiruddin.

Menurut mantan Camat Medan Johor ini,  penyumbatan ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan untuk selalu bersih, terutama drainase. Artinya, masih ada masyarakat membuang sampah dalam saluran drainase sehingga menyebabkan terjadi penyumbatan.

Sudah itu tambah Khoiruddin lagi, masyarakat pun masih belum tergugah kesadarannya untuk membersihkan drainase, minimal yang ada di depan rumahnya masing-masing.

“Untuk itulah melalui gotong royong yang  kita lakukan pagi ini, diharapkan dapat menggugah kesadaran warga sekitar agar mau meluangkan waktu asejenak bergotong-royong,” ungkapnya.

Pembersihan saluran draianase berjalan lancar. Seluruh ASN Kelurahan Sitirejo II dan kepling bahu-membahu bersama personel P3SU. Dengan menggunakan cangkul dan  penggaruk, mereka pun membersihkan  seluruh sampah yang menutupi permukaan saluran drainase tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan pendalaman saluran drainase dengan mengorek lumpur.

Seluruh sampah dan lumpur hasil pengorekan selanjutnya diangkut dengan kereta sorong untuk selanjutnya dibuang ke lokasi pembuangan dengan menggunakan ambulan sampah. Di samping itu mereka juga membersihkan semak dan gulma yang ada di seluruh pinggiran drainase tersebut.

“Selain mengatasi terjadinya genangan air maupun banjir, pembersihan drainase ini kita lakukan untuk menghilangkan jentik nyamuk. Jika air mengalir, jentik nyamuk tidak dapat berkembang-biak menjadi nyamuk.  Apalagi kita ketahui SD ini memiliki  banyak siswa,  tentunya rentan menimbulkan penyakit baik malaria maupun demam berdarah. Jadi harus cepat kita atasi,” tegasnya.

Menjelang tengah hari, proses pembersihan saluran drainase pun rampung. Seluruh permukaan drainase sudah bersih dari sampah, air pun mengalir menuju pembuangan.  Menghindari terjadinya penyumbatan kembali, Khoiruddin pun mengajak warga sekitar untuk menjaga kebersihan saluran drainase yang sudah dibersihkan tersebut.

“Mulai hari ini, mari kita jaga kebersihan saluran drainase ini. Jangan pernah sekali pun kita membuang sampah ke dalamnya, sebab saluran drainase bukan tempat pembuangan sampah tapi berfungsi sebagai penampung dan pembagi air guna mencegah terjadinya genangan maupun banjir di sekitarnya,” pungkasnya.








Leave a Reply