Catatan Goenawan Muhamad adalah serpihan kegelisahan anak manusia yang kehilangan kepercayaan pada Tuhan. Benarkah Tuhan itu adalah sebuah manifestasi “kebaikan” manusia, atau justru Tuhan adalah ciptaan manusia yang paling bermasalah?

Karena seorang Amstrong sekalipun sebenarnya bingung dalam menterjemahkan prilaku “keberagamaan” manusia yang sejak lama memang bermasalah. Kita mungkin berpikir bahwa manusia-manusia baik dengan moralitas pertamax nongkrongnya di rumah-rumah Tuhan macam masjid, tapi ternyata tidak.




Malahan di dalam rumah Tuhan justru mayat-mayat yang sedang melakukan ritual sesembahan justru bersimbah darah dan meregang nyawa. Mereka dibantai secara brutal oleh sesama pemuja Tuhan. Bahkan, boleh dibilang, saudara seiman membantai saudara seiman.

Benarkah Tuhan yang dimanifestasikan oleh Amstrong dalam catatan Goenawan adalah Tuhan yang maha weww, atau semua khayalan Amstrong dan Goenawan soal Tuhan ternyata keliru total?

Tuhan tidak pernah punya andil apalagi sejarah seperti yang dituliskan oleh Amstrong dalam peradaban manusia. Manusialah yang justru memperalat Tuhan dalam setiap kepentingannya. Mulai dari zaman raja-raja kuno hingga zaman presiden tetap saja Tuhan adalah alat propaganda manusia yang paling ampuh. Apalagi jenis dan nama Tuhannya cukup beragam.

Saya berpendapat, bahwa Tuhan yang selama ini dipuja-puji oleh mayoritas umat manusia di atas planet ini adalah egonya sendiri. Dan, sebagai manusia, kita tidak bisa berharap banyak pada Tuhan alias ego manusia dalam menjawab berbagai persoalan yang datang dari ego.

Manusia membutuhkan reason yang solid untuk bisa menjawab kebrutalan akibat gagal melumpuhkan ego. Bagi saya, ego bisa dinetralisir dengan pengetahuan yang bukan hanya mendalam, tapi meluas.

#Itusaja!








Leave a Reply