Pasca lengsernya Pak Karno yang mempunyai cita-cita besar ingin mewujudkan Nawacita, yang menginginkan negeri ini negara besar karena didukung Sumber Daya Alam yang berserakan dari Ujung Papua hingga Ujung Barat Sumatera, bangsa ini dalam kurun waktu puluhan tahun kembali menjadi negara yang selalu disebut berkembang. Negara berkembaaaaang terus.

Bahkan seorang Koes Plus mengatakan negeri ini “bukan lautan hanya kolam susu dst..” bahkan saking ekstrimnya, si Koes Plus juga bilang “ikan dan udang menghampiri dirimu”.




Apakah celoteh Koes Plus itu mengada-ada? Rasanya Tidak. Bahkan kita semua tahu, semua mineral di Bumi Pertiwi ini tersedia. Di Papua ada Gunung Emas. Di Maluku ikan laut juga bergerombol tinggal manggil, Di Sulawesi ada tambang aspal di samping kayu dari hasil hutan. Di Pulau Jawa, tanahnya subur. Pulau Kalimantan dan Sumatera, ada Sumber Alam Timah. Bahkan disebut-sebut ada ditemukan mineral uranium untuk bahan membuat tenaga nuklir.

Apakah dengan Sumber Daya Alam yang melimpah ruah tersebut dimanfaatkan semata-mata demi Kesejahteraan rakyat seperti yang tertuang dalam UUD 1945? Yang jelas, jika ada yang berani kritis seperti ini di Jaman Soeharto, bisa dipastikan akan berurusan dengan hukum. Yang lebih horor lagi, bisa-bisa paginya rahib ditelan bumi. Hilang malam.

Karena di negeri sendiri tidak ada lapangan kerja yang menjanjikan, dengan terpaksa banyak dari saudara-saudara kita harus meninggalkan keluarga menjadi TKI. Jadi Buruh Di negeri orang. Dan, yang menjadi pertanyaan besar adalah, ke mana dan untuk apa penjualan hasil SDA? Apakah dikorupsi?

Ketika Sumber Daya Alam sudah semakin menipis, ketika rakyat masih hidup susah, bahkan di beberapa daerah belum tersentuh listrik, muncul seorang anak manusia yang bagaikan transformers membenahi negeri ini dengan keberanian, ketegasan, dan kejujuran. Anak manusia itu bernama Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Saat ini bagaikan Sekuel film, decepticon-decepticon jahat berusaha menguasai kembali, berusaha menggarong negeri ini dengan berbagai cara. Termasuk dengan cara memakai topeng agama.

Siapa pemenangnya? Yang pasti, manusia-manusia seperti Pak Jokowi dan Ahok masih dibutuhkan sebagai autobots untuk memberangus para begal.

Jika 2019 Pak Jokowi dikalahkan, maka deception-decption jahat akan bersukacita bancakan duit rakyat seperti halnya di DKI sekarang.

Apakah mau?








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.