Korupsi di Indonesia semakin gencar-gencarnya, di daerah maupun di pusat. Di daerah seperti di Jambi belakangan ini, malah tertangkap tangan. Di pusat didominasi oleh Ketua DPR RI + sudah banyak Ketum partai-partai politik masuk bui. Bedanya sekarang dibandingkn dengan masa SBY ialah bahwa penelanjangan dan penangkapan koruptor juga semakin gencar-gencarnya. Pengejaran terus menerus, koruptor tidak aman dan tidak bisa leha-leha lagi seperti pada era SBY.

Kalau tidak percaya tanyakan koruptor mana saja, yang besar atau kecil, di pusat maupun di daerah.




Korupsi adalah salah satu dari 3 alat besar neolib internasional mencapai worlds hegemonynya. Dua lainnya ialah terrorisme dan narkoba. Terrorisme sudah terlihat semakin redup nyalanya, tetapi korupsi dan narkoba semakin merajalela.

Prof Chossudovsky dari Ottawa University pernah  bilang: “The so-called war on terrorism is a front to propagate America’s global hegemony and create a New World Order. Terrorism is made in USA, The global war on terrorism is a fabrication, a big lie”.

Semakin terbuka dan transparan situasi dunia, terorisme ini kelihatannya semakin redup. Kegelapan yang menutupi terorisme tidak bisa lagi dipertahankan oleh pengelola New World Order pemilik terorisme itu. Informasi luas dan semakin mendalam siapa di belakang terrorisme membikin nasib terrorisme seperti di ujung tanduk. Fabrik terrorisme sendiri yaitu USA sudah dikuasai pula oleh Trump seorang nasionalist sejati AS.

Terorisme adalah buatan kaum globalist anti nasionalist. Kontradiksi pokok dunia antara kepentingan nasional kontra kepentingan internasional neolib, terlihat jelas di AS sendiri sebagai fabrik terorisme. Mengutamakan kepentingan nasional tak perlu pakai teroris dalam negeri. Fabriknya sudah diobrak-abrik sendiri oeh presidennya.

Tetapi Trump banyak tantangan. Dia malah dituduh bikin strategi ‘divide and conquer’ di negeri AS. Padahal divide and conquer ini adalah taktik neolib di seluruh dunia, bukan di AS. Tuduhan ini dilakukan oleh seorang senator Demokrat Elizabeth Warren. Cewek ini dinamai ‘Pocahonta’ oleh Trump, karena dia ngakunya orang asli Indian Cherokee, walaupun belum pernah diselidiki DNAnya.

Senin kemarin [27/11] Trump ketemu dengan ‘Pocahontas’ + seorang mirip Indian.

Do you know what?  I like you,” kata Trump.

Ketiganya malah jadi ketawa . . . Trump kelihatannya membedakan perangai politiknya dengan pribadinya. Secara politis Trump tetap tak berubah . . . kepentingan nasional AS dalam ‘America First’, tetap keras kepala dia jalankan.

Mengapa terorisme meredup sedangkan narkoba dan korupsi merajalela? Wow, jawabannya bisa diteliti dan dipelajari secara mendalam dan ilmiah. Tetapi saya cari jawaban gampangan saja, yaitu duit, duit, duit. Duit mengubah segala-galanya, membentuk segala-galanya. Money controls and rules human life. Dan soal duit ini terkandung ‘gesahnya’ dalam istilah ‘korupsi’ maupun ‘narkoba’. Apakah ada manusia yang bebas dari money rules dan control ini? Pasti ada jugalah, hanya dimana dan siapa he he . . . Diantara 100 orang berapa yang ‘kebal’?




Teroris ISIS dibentuk untuk mengeruk miliaran dolar dari SDA minyak Syria dan Irak. Tujuannya sudah tercapai, terornya bisa dipindahkan ke lain tempat, Libya misalnya, yang sekarang sudah dikuasai oleh jago-jago minyak internasional. Selama ini Kaddafi bikin angek jago-jago minyak intternasional itu he he he . . . lantas bunuh Kaddafi, minyak dikuasai.

ISIS ‘dikalahkan’ di Irak, ISIS hijrah, tetapi divide and conquer harus jalan terus di Irak/Syria. Tinggal mengaturnya saja, Kurdi, Sunni, Shia, Iran. Banyak bahannya, bahan divide and conquer. Disini sejak semula bukan kerjaan nasionalist Trump tetapi kerjaan neolib deep state. Trump dituduh bikin divide and conquer di AS, dalam negeri, salah satu oleh ‘Pocahonta’ itu.

Mau tahu soal ‘Indian’ Warren lihat di SINI








Leave a Reply