Manusia adalah bahan bakar neraka. Itupun hanya dikhususkan kepada mereka yang tidak beriman pada Tuhan, alias kapir laknatullah.

Sementara orang-orang yang beriman sekalipun masih “ragu” apakah kelak dia bisa masuk surga. Pasalnya, jika dilirik ke belakang, dia sadar bahwa dia adalah seorang “pendosa” nomor wahid menurut standard operational agama.

Jadi, antara orang yang beriman dan orang kafir dalam agama sama-sama berada dalam “persimpangan selokan”. Mau belok kiri ada jebakan Tuhan. Mau belok kanan juga ada jebakan Tuhan di sana. Menengok ke atas tidak berani karena sudah ketutup sama gelap.

Inilah agama, berbuat baik sekalipun masih dipertanyakan. Apalagi berbuat jahat.

Yang jelas, kalau mau aman dalam agama selalulah menyebut nama Tuhan, walaupun tidak ada kepastian bahwa kamu akan nongkrong di sisi Tuhan kelak di hari perhitungan (sudah macam Pemilu).

#Itusaja!








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.