EMMY F. PURBA & PELIN DEPARI. MEDAN. Pada hari Senin tanggal 04 Desember 2017 wilayah Kota Medan dan beberapa wilayah di Provinsi Sumut dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Berdasarkan data pengamatan curah hujan di beberapa Stasiun BMKG di Sumatera Utara tercatat curah hujan maksimum terjadi pada tanggal tersebut diantaranya di Sampali sebesar 51.8 mm, Belawan (34.2 mm), Medan Simpang Pos Ngumban Surbakti (36 mm), Kualanamu (29.0 mm), Aek Godang (5.7 mm ), Pinang sori (18.9 mm) dan Binaka Nias (32.9 mm).







Mengacu pada analisa pola angin pada tgl 04 Desember 2017 pukul 07.00 wib menunjukkan bahwa kondisi cuaca tersebut, lebih disebabkan adanya sel tekanan rendah di atas perairan Aceh dan gangguan berupa Eddy Sirkulasi di sekitar Selat Karimata sehingga mengakibatkan munculnya belokan angin di wilayah Sumatera Utara sehingga menyebabkan adanya pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

Pantauan citra satelit Himawari-8 pada tanggal 04 Desember 2017 menunjukkan adanya pertumbuhan konvektif yang semakin meningkat pada sore hari hingga malam hari. Hal ini dapat dideteksi melalui penurunan suhu puncak awan yang mencapai -60 – -81 derajat Celcius pada pukul 17.00 – 02.00 wib. Rendahnya suhu puncak awan sangat berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat.

Sedangkan untuk kondisi Suhu Permukaan Laut di wilayah pantai barat Sumatera dan Selat Malaka relatif cukup hangat berkisar antara 30 sd 31 derajat Celcius. Hal ini mengakibatkan potensi penguapan (suplai uap air) di Pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka cukup tinggi. Kondisi ini mengakibatkan awan awan hujan berpotensi tumbuh di wilayah Sumatera.




Terkait dengan kondisi tersebut BMKG Medan juga telah menyampaikan peringatan dini cuaca yang menyebutkan wilayah Sumatera Utara sangat berpotensi untuk terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai kliat/ petir pada pukul 17.00 – 03.00 wib.

Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan pola cuaca mulai cukup stabil dikarenakan gangguan cuaca yang berada di atas perairan Aceh mulai bergerak ke wilayah Teluk benggala dan Eddy sirkulasi sudah menghilang, sehingga intensitas hujannya juga menurun. Namun karena kondisi tanah sudah cukup jenuh akibat akumulasi hujan beberapa hari terakhir, walaupun intensitas hujan mengalami penurunan, masih perlu diwaspadai akan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Mengingat cuaca bersifat dinamis, masih berpotensi terjadinya gangguan-gangguan cuaca di wilayah Barat Sumatera. Ini dapat menyebabkan kondisi cuaca kembali cukup labil yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Diharapkan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG dapat terus diikuti dan dicermati oleh para kepala daerah, bupati dan walikota dengan melalukan koordinasi melalui BPBD setempat,” demikian Edison Kurniawan SSi MSi (Kepala BBMKG Wilayah 1).








Leave a Reply