Kolom Asaaro Lahagu: TRUMP, YERUSALEM, DAN KOREA UTARA

2
530

Donald Trump, Presiden Amerika paling berbahaya saat ini? Tergantung siapa yang mengomentari. Bisakah Trump didikte oleh pemimpin negara lain di dunia ini? Sama sekali tidak bisa. Bahkan PBB sekalipun tidak akan berkutik jika berhadapan dengan Amerika. Apalagi sebagian besar rakyat Amerika telah memilih Trump sebagai Presiden mereka.

Jangan lupa, masih banyak rakyat Amerika yang senang atas kebijakan-kebijakan Trump yang tegas, garang dan arogan. Di era Donald Trump justru ekonomi Amerika Serikat melejit dan angka pengangguran menurun drastis meskipun Trump dicemooh sana-sini.







Selama 6 bulan masa jabatannya sebagai Presiden AS, Trump berhasil menurunkan angka pengangguran menjadi 4,3%. Sekedar diketahui, angka pengangguran itu terendah dalam 16 tahun terakhir. Di bursa saham, nama Trump juga punya pengaruh signifikan. Sejak pertama ia terpilih, bursa saham AS terus menguat hingga menembus rekor tertinggi.

Dengan motto: “Make America great again”, Trump sengaja dengan asyik membakar bara api di seluruh dunia. Mengapa? Trump adalah seorang pebisnis ulung. Ia adalah seorang miliuner Amerika yang kaya naluri bisnis. Trump paham benar bagaimana membangkitkan isu-isu sensitif yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan Amerika dan pribadi Trump sendiri.

Sejak menjabat sebagai Presiden AS, hubungan Trump dengan media sangat buruk. Akibat pemberitaan negatif media, beberapa perusahaan Trump di seluruh dunia yang bergerak di real estate, hotel, lapangan golf, kasino, agensi model, minyak wangi, penyewaan jet pribadi dan rumah produksi televisi mengalami kemunduran. Lalu siapa yang menguasai media di AS?

Siapa lagi kalau bukan orang keturunan Yahudi. Ada sekitar 96% media sejagat dikuasai oleh para taipan Yahudi seperti AOL Time Warner, The Walst Disney Co, Bertelsman AG, Viacom, News Corporation dan Vivendi Universal. AOL Time Warner, misalnya, menerbitkan 33 majalah, termasuk Time dan Forbes dengan 120 juta pembaca. Jadi, ketika Trump berseteru dengan media, sama saja ia berseteru dengan para taipan Yahudi. Trump sadar bahwa ia tidak mungkin bisa menang melawan para taipan Yahudi itu. Lalu bagaimana caranya mengambil hati para taipan Yahudi agar kembali bersimpati kepadanya?

Di sinilah instink seorang Donald Trump berbicara. Trump memainkan isu Yerusalem. Selama 70 tahun sejak Israel membentuk sebuah negara di Timur Tengah, tak satupun Presiden Amerika yang berani mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tetapi dengan naluri bisnisnya, Trump mengambil hati para taipan Yahudi dengan cara mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tak ada angin, tak ada ombak, tiba-tiba saja Trump menyatakan secara resmi bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.




“Amerika akan segera memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem,” demikian pernyataan tegas Trump.

Trump mengatakan bahwa ia hanya menerapkan Undang-undang Kedutaan Yerusalem yang disepakati kongres AS tahun 1995 lalu. Dia menyebut para Presiden AS sebelumnya gagal menerapkan Undang-Undang itu?

Lalu apa yang terjadi dengan manuver Trump tersebut? Dunia tergoncang. Di sisi lain, Israel mendapat durian runtuh. PM Israel, Benyamin Netanyahu, terlihat gembira luar biasa dan menyebut pengakuan Trump itu sebagai sebuah sejarah besar. Sebagian besar rakyat Israel bersukacita. Jelas media-media di AS yang sebagian besar dikuasai oleh para taipan Yahudi memuji habis terobosan ‘perdamian’ ala Trump dan berbalik bersimpati kepadanya. Apakah Trump sedang menyulut perang? Tidak juga. Namun jika memang harus perang, Trump juga menyukainya. Bukankah Amerika menjadi negara besar sekarang ini karena Perang Dunia ke-II?

Lalu bagaimana dengan Korea Utara?

Bagi Trump, Korea Utara adalah mainan asyik. Padahal jika tidak diganggu, Korea Utara tidak akan ngambek dengan unjuk rasa lewat percobaan rudal dan nuklirnya. Jika Korea Utara dibiarkan terisolasi di negerinya, dan tidak diusik, maka Korea Utara tidak akan berani mengusik negara lain. Namun Trump sepertinya suka mengusik Korea Utara. Mengapa? Apa lagi jika bukan kepentingan bisnis senjata Amerika yang saat ini ordernya minim.

Dunia paham bahwa pemasok senjata paling besar di dunia tak terkecuali di Korea Selatan saat ini adalah Amerika. Demikian juga Jepang. Ketika ada ketegangan di Semenanjung Korea, di Laut China Selatan, Di Timur Tengah, maka angka penjualan peralatan perang Amerika seperti rudal, pesawat tempur, tank dan seterusnya meningkat tajam. Jelas Trump suka memicu ketegangan di kawasan negara lain, karena ia sedang membangkitkan gairah ekonomi negaranya dengan motto: “Make Amerika great again”.

Jadi, jika kemudian Trump tiba-tiba memainkan isu Yerusalem yang memanen reaksi keras para pemimpin dunia, itu adalah bagian strategi Trump untuk meraih simpati para taipan Yahudi. Trump sendiri sudah menghitung, mengukur dan paham sejauh mana reaksi para pemimpin dunia atas keputusannya itu termasuk Indonesia. Bahkan jika OKI pun bersidang dan menghasilkan resolusi untuk mengecamnya, Trump dipastikan tidak akan bergeming.

Dalam hal ini saya setuju dengan Jokowi. Untuk melawan negara besar yang angkuh, tidak cukup hanya dengan doa, demo, hoax, ilmu gaib, dan fitnah. Kita harus menjadi sebuah negara maju, negara hebat secara militer dan ekonomi. Kita harus bekerja keras dan cerdas, bekerja, bekerja dan bukan sibuk berbual-bual negara khilafah. Begitulah Towi-Towi.














2 COMMENTS

  1. “Jadi, ketika Trump berseteru dengan media, sama saja ia berseteru dengan para taipan Yahudi. Trump sadar bahwa ia tidak mungkin bisa menang melawan para taipan Yahudi itu.” – AL.
    Analisa bagus sangat mengenai sasaran soal si bombastis Trump, termasuk penilaian hubungannya dengan ‘little rocket man’ Korut. Trump berjanji dalam pilpres dan dalam tekadnya ‘make America great again’, terutama dalam menghilangkan pengngguran, bangun kembali fabrik-fabrik yang selama ini jadi berkarat (‘rust belt’) karena fabrik pindah ke luar negeri oleh the establishment. Fabrik senjata juga jadi sasaran Trump mengurangi pengangguran. Dalam bom sensasinya terhadap ‘little rocket man’ itu memang sangat luar biasa membangkitkan produksi senjata dan sangat banyak mengurangi pengangguran orang-orang putih AS yang selama ini sengaja ditinggalkan dalam politik neolib global the establishment. (politik anti-goyim’) neolib internasional berbasis bankir besar orang-orang Yahudi dalam culture war AS selama abad lalu. Trump untuk sementara kelihatannya tidak urusan fabrik apa yang dibangun, yang penting mengurangi pengangguran kaum putih Amerika seperti yang telah dia janjikan dala pilpres lalu. Pengurangan pengangguran dan peningkatan ekonomi yang terlihat jelas dimata publik, bikin Trump semakin disukai publik AS.

    MUG

Leave a Reply