Terkadang kita maklum IQ semonas yang dimiliki kaum botol tak mungkin bisa membuat mereka bijak dan adil dalam menilai Jokowi. Tanya kenapa? Karena nilai kebenciannya lebih besar dari IQ yang mereka miliki.

Walau kita udah tahu di mata mereka Jokowi selalu salah, tapi kok dongkol juga lihatnya, yak?

Contoh nya ada yang inisilanya Iwan Balau, dia mengatakan kalau upaya Jokowi membela Palestina perihal Yerusalaem itu cuma pura-pura alias akal-akalan karena sebelum mengumumkan rencana memindahkan Dubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem Amerika sebelumnya sudah memberitahukan terlebih dahulu ke negara-negara Islam seperti Indonesia perihal rencana ini.







Ini jelas fitnah kuadrat kepada Jokowi, karena Dubes AS sudah mengklarifikasi kalau pernyataan dari pemerintah AS soal itu sudah ada pemberitahuan kepada Indonesia perihal pemindahan kantor Dubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem itu tidak benar, mereka menyebutkan kesalahan dalam meterjemahkan bahasa (liha di SINI)

Kalau gua sendiri lihat ini kesengajaan Amerika mencatut nama Indonesia dan negara-negara Islam lainnya untuk mendukung upaya Trump yang dihujat oleh hampir seluruh negara di dunia. Karena, bila negara yang dicatut namanya nggak komplain, bisa dipastikan upaya AS akan berjalan mulus nyaris tanpa tantangan.




Komitmen Jokowi soal Palestina ngak perlu dipertanyakan lagi, Jokowi adalah Presidennya Indonesia satu-satunya setelah Soekarno yang berani berteriak lantang soal kemerdekaan Palestina, hampir di semua ajang KTT, baik Asia Afrika, APEC, G20 dll. (lihat di SINI)

Jokowi bukan hanya Omdo. Dia membuat perwakilan konsulat di Ramalah walau dikecam habis oleh Israel.

Berkat negosiasi Indonesia di PBB lah bendera Palestina bisa berkibar sejajar dengan bendera negara merdeka lainnya di PBB. (lihat di SINI)

Jokowi saat ini ingin berbicara langsung dengan negara-negara OKI untuk menentukan sikap atas kebijakan konyol Trump yang bisa memancing Perang Dunia ke 3 ini.

So, komitmen Jokowi perihal Palestina nggak perlu dipertanyakan lagi. Yang perlu dipertanyakan saat ini adalah, ke mana suara 7,5 juta Rakyat Monas yang kemarin teriak-teriak bela Islam? Atau memang beda kelas, yah? Jokowi kelasnya bela Palestina kalau rakyat Togel cuma belain ulama mesum.





1 COMMENT

  1. Pengakuan Trump Jerusalem ibu kota Israel kelihatannya hanya sebuah
    bom sensasi disiang bolong dari seorang bombastis. Sensasi adalah alat penting dan utama bagi seorang bombastis.

    MUG

Leave a Reply