Gg. Agung Erupsi Sesaat, Bali Tetap Aman

0
321

JEBTA B. SITEPU. KARANGASEM.  Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi sehingga PVMBG masih menetapkan status Awas (Level 4). Meskipun selama beberapa hari terakhir secara visual tidak terlihat adanya erupsi yang disertai dengan semburan abu dan material piroklastik dengan tekanan yang besar sejak Kamis [30/11], namun kegempaannya masih tinggi. Kemarin dulu [Jumat 8/12: 07.59 WITA], Gunung Agung kembali mengalami erupsi dengan asap berwarna kelabu tebal, bertekanan sedang dan ketinggian sekitar 2.100 meter di atas puncak dengan condong ke arah barat.

Erupsi ini disertai dengan abu vulkanik.

“Erupsi hanya sesaat, tidak menerus. Volume abu vulkanik yang keluar dari kawah masih sangat sedikit. Hujan abu tipis terjadi hanya di sekitar desa lereng Gunung Agung. Seperti di Dusun Dukuh (Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem). Arah angin, dominan ke arah Tenggara. Tidak ada dampak terhadap aktivitas penerbangan dari erupsi tersebut. Volcano Observatory Notice to Aviation (VONA) masih orange. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok tetap beroperasi dengan normal,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB (Sutopo Purwo Nugroho).







Sutopo melanjutkan bahwa Gunung Agung masih berada pada fase erupsi. Adanya fluktuasi merupakan hal yang biasa terjadi di dalam pergerakan magma di dalam tubuh Gunung Agung.

“Pos Pengamatan Gunung Agung dari PVMBG pada 8/12/2017 pukul 06:00-12:00 WITA, melaporkan kegempaan Gunung Agung tercatat hembusan 10 kali, gempa low frequency 7 kali dan gempa vulkanik dalam 2 kali. Tremor menerus dengan amplitudo 1 – 2 mm, dominan 1 mm. Tidak ada lonjakan kegempaan yang tinggi dan menerus. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Secara keseluruhan Bali tetap aman. Silakan bagi masyarakat yang akan berkunjung atau berwisata ke Bali. Tidak perlu takut dan khawatir. Obyek wisata di Bali aman, seperti Tanah Lot, Sanur, Pantai Pandawa, Gunung Batur, Ubud, Pantai Kuta, Pantai Padang-Padang, Lovina, Dream Land, Nusa Dua dan lainnya. Daerah yang berbahaya hanya di dalam radius 8 kilometer dan perluasan 10 kilometer di sector utara-timur laut dan sectoral tenggara-selatan-barat daya,” papar Sutopo dalam keterangan persnya.

Seperti diketahui, begitu banyak isu menyesatkan yang mengatakan Gunung Agung akan meletus besar. Oleh karena itu, Sutopo menjelaskan bahwa berita itu adalah hoax. Hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu dapat memprediksikan letusan gunungapi secara pasti. Kompleksitas yang dimiliki oleh gunungapi menyebabkan sains vulkanologi hingga saat ini belum bisa didekati dengan metode deterministik (yang pasti-pasti).

“Vulkanologi adalah sains yang didekati metode probabilistik (yang mungkin-mungkin), dimana unsur ketidakpastian harus selalu dimasukkan. PVMBG terus melakukan pengamatan secara intensif baik pengamatan secara visual, kegempaan, deformasi, geokimia maupun dari satelit. Jika ada peningkatan aktivitas yang membahayakan pasti pemerintah akan memberikan peringatan dini dan mengambil langkah-langkah penanganannya,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, menurut data yang dikirimkan oleh Kapusdatin dan Humas BNPB ini melalui pesan siarannya kepada Sora Sirulo, jumlah pengungsi Gunung Agung saat ini sebanyak 66.716 jiwa yang tersebar di 225 titik pengungsian.

“Secara umum penanganan pengungsi berlangsung dengan baik. Stok logistik mencukupi. BNPB mengkoordinir potensi nasional untuk mendampingi Pemda dalam penanganan erupsi Gunung Agung. Pos Pendampinan Nasional didirikan dan beroperasi aktif 24/7. Jika masyarakat ingin memperoleh informasi lebih lanjut dan pengaduan terkait erupsi, kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan, kebutuhan ambulance, evakuasi, ternak, pelayanan air bersih, tenda pengungsi, tim petugas lapangan, dan hal-hal penting lainnya, silakan menghubung Call Center Posko Gunung Agung di 0361-234099,” kata Sutopo Purwo Nugroho menutup pesan siarannya.








Leave a Reply