Bagiku, ketiga Orang ini luar biasa. Beliau-beliau adalah manusia hebat sesuai dengan levelnya. Meski ujar-ujar mengatakan “tidak ada gading yang tak retak” namun pada tataran sebagai manusia yang “pinilih”, yang mempunyai nilai lebih, mereka telah menginspirasi banyak orang untuk berpikir lebih waras.

Pak Jokowi dan Ahok sudah tidak diragukan lagi sebagai orang-orang yang berani mendobrak pintu tertutup dalam kong kali kong di tubuh birokrasi. Beliau rela berjibaku dengan resiko difitnah bahkan resiko terburuk sekalipun.







Bagaimana dengan seorang Denny Siregar?

Ketika banyak orang bahkan termasuk saya nyaris merasa lelah bersuara di media sosial, lelah dan gregetan karena harus sering membuat akun baru, yang bahkan secara ekstrim dikatakan tidak beragama, dimaki-maki oleh kaum Botol, bahkan harus bersabar dan berusaha memulihkan akun ketika dilumpuhkan, kehadiran seorang Denny Siregar telah membangkitkan semangat agar tetap eksis bersuara.

Negeri ini memang harus diperjuangkan. Nilai kebenaran yang universal harus sama-sama diteriakkan lebih keras. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika musti dijaga bersama. Itu telah disuarakan oleh seorang Denny dengan tulisannya yang menggelitik, menyengat dan luar biasa cerdas.

Seorang Denny Siregar telah menginspirasi banyak orang. Seorang Denny Siregar telah membuat banyak orang menyadari betapa keberagaman adalah sesuatu yang indah. Yang membuat hidup ini lebih berarti.

Makanannya boleh apa saja. Minumannya boleh apa saja. Namun jangan lupa baca celoteh Denny Siregar. Ini motto pribadiku.

Sejarah akan mencatat, bahwa Pak Jokowi, Ahok dan Denny Siregar adalah anak bangsa yang dicatat dengan tinta emas sebagai seorang pejuang manusia waras. Jika sejak ILC Denny Siregar “dihabisi” oleh kaum Botol, saya percaya dan yakin beliau ini bukan mental pecundang. Pasti akan semakin garang dalam menulis.

Kami tetap di belakangmu wahai saudaraku, Denny Siregar!








Leave a Reply