EMMY F. PURBA. JUHAR. Desa Juhar Ginting Sada Nioga (Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo) berharap Rumah Baca (Perpustakaan Desa) bisa terbentuk di desanya. Saat ini, langkah-langkah untuk merealisasikan rumah baca ini sedang dalam proses pengumpulan buku dari berbagai pihak yang ingin memnyumbangkan buku-bukunya; baik buku bekas maupun buku baru.

Jaya Prana Pinem (20), salah seorang warga Desa Juhar Ginting Sada Nioga adalah penggagas rumah baca ini. Dia sedang melakukan studi di salah satu universitas di Medan.







Jaya menuturkan, kengininganannya mengadakan rumah baca di desa kelahirannya itu berawal dari sebuah kisah. Saat itu, seorang teman memberinya satu buku untuk dibaca.

“Saya mulai membaca dan terus membaca. Saya rasakan akan hal-hal baru. yang ditemukan saat membaca yaitu ilmu pengetahuan. Saya menyadari betapa pentingnya membaca,” tutur Jaya.

Jaya menuturkan lebih lanjut, kesadarannya pun timbul bahwa buku adalah benar jendela dunia. Dari situ timbul niatnya mengadakan rumah baca di desanya .

“Melalui peningkatan kesempatan membaca, saya ingin mencerdaskan generasi muda keluarga saya dari penyakit masyarakat saat ini. Adapun langkah-langkah yang sudah saya laukan, yaitu mengajak warga serta Karang Taruna dan Kepala Desa Juhar. Mereka sangat mendukung ide ini. Begitu juga teman-teman saya sesama mahasiswa,” papar Jaya.

Walau masih dalam proses, Jaya yakin keinginan ini pasti terlaksana karena sudah banyak dukungan yang ia dapatkan.

“Terkait dengan dukungan-dukungan itu, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang turut membantu khususnya buat Gerakan Karo Membaca yang sudah langsung turun ke desa dalam beberapa waktu lalu memberi masukan sumbangsih lainnya,” ujar Jaya kepada awak Sora Sirulo pagi tadi [Minggu 10/12].

Kepala Desa Juhar Ginting Sada Nioga (Bastian Ginting) menyatakan dukungannya atas pembentukan rumah baca ini.

“Saya akan dukung semampu saya,” katanya kepada Sora Sirulo.

Rumah yang disumbangkan oleh seorang warga menjadi tempat peepustakaan desa.

Dukungan dari Karang Taruna dan warga terlihat sangat tinggi. Salah seorang warga bermarga Tarigan (48) bersedia menyediakan tempat untuk dijadikan rumah baca. Tarigan menjelaskan keikhlasannya meyediakan tempat tak lain dan tak bukan karena harapannya agar generasi muda di desanya bisa lebih baik darinya kelak.

“Saya harap rumah baca ini dapat mengalihkan warga dari penyakit masyarakat yang sedang mengancam saat ini,” ujarnya kepada Sora Sirulo pagi tadi juga.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.