DENHAS MAHA. MEDAN. Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dan Kyai Haji Hasyim Asyari mendirikan Nahdalatul Ulama di awal abad ke-20. Umat islam Indonesia mengalami pencerahan setelah lahirnya kedua organisasi Islam ini. Namun sayangnya, banyak yang tidak mengetahui bahwa kedua tokoh ini merupakan sahabat yang pernah sama-sama menimba ilmu di bawah asuhan Kyai Haji Saleh.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Medan (Drs HT Dzulmi Eldin S MSi) di acara Milad Muhammadiyah ke 108 H/ 105 M di Gedung Serbaguna Unimed Jl. Wiliam Iskandar.







“Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki prinsip dan pandangan yang berbeda terhadap ajaran Islam, untuk itu persamaanlah yang harus diutamakan dan jangan memperdebatkan perbedaan,” ujar Walikota.

Negara Indonesia yang mayoritas Islam dibandingkan dengan situasi kontras yang terjadi di Negara-negara Timur Tengah saat ini identik dengan gejolak-gejolak  panas yang masih terus berlangsung hingga kini. Peluang menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat gravitasi Islam di dunia kian terbuka lebar jika generasi muda Islam Indonesia memiliki visioner dan terus berupaya maju.

Umat islam Indonesia harus mampu menunjukkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil-alamin yang mampu menyandingkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjaga iman dan taqwa.

Walikota berharap, generasi Muhammadiyah adalah generasi yang berani bertindak menggunakan pemikiran yang rasional, generasi yang akan membela segala bentuk kebenaran dan menghancurkan berbagai bentuk kebathilan yang ada, dipundak kita tersandang harapan untuk kemajuan Muhammadiyah di masa mendatang.

Di akhir pidatonya,  Walikota,  mengucapkan selamat kepada generasi Muhammadiyah yang telah mampu mewarnai kehidupan beragama di kota Medan dan Sumatera Utara hingga saat ini, semoga kegiatan Milad Muhammadiyah ke-108 H /105 M dapat memberikan makna yang berarti bagi umat.




Sebelumnya, Ketua Panitia (Drs Adri K) mengucapkan terimaksihnya atas kehadiran para seluruh undangan yang telah berhadir termasuk Ketua MPR RI (Zulkipli Hasan) yang memberikan ceramah tentang kebangsaan. Anwar Sembiring juga minta maaf kepada para seluruh undangan atas keterlambatan acara dimulai.

“Ini semua terjadi atas keterbatasan kami,” ucap Anwar Sembiring.

Hadir pada acara Milad Muhammadiyah antara lain Ketua MPR RI (Zulkipli Hasan), anggota DPR RI (Nasril Bahar), Mulfachri Harahap, Sekjen DPP PAN (Edi Suparno), DPP PAN Sumut (Syah Afandin), Ketua DPW PAN Sumut (Yahdi Khoir Harahap), Ketua BPD PAN Medan (H. Teuku Bahrum Syah), anggota DPRD Sumut dan Kota Medan, tokoh pemuda (Drs H Musa Rajek Shah), Ketua PW muhammdiyah Sumut (Drs H Ibrahim Sakti Batu Bara), Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan (Drs Anwar Sembiring), Ketua PD Aisyiah kota Medan (Kholisani Nst).








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.