IMANUEL SITEPU. KUTALIBARU. Jajaran Polsek Kutalimbaru masih terus memburu pelaku perampokan disertai pemerkosaan yang menimpa salah seorang karyawan toko roti (Yanti Kumala Dewi) (34) warga Jl. Nasional Gg. Keluarga lingkungan lV Kelurahan Medan Tenggara (Medan Denai).

“Identitas pelaku sudah kita ketahui. Saya bersama Kanit Reskrim serta anggota masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Kutalimbaru (AKP Martualesi Sitepu SH MH) kepada kru SORA SIRULO beberapa waktu lalu hari ini [Jumat 15/12].







Menurut AKP Martualesi Sitepu, dari keterangan korban saat dikonfrontir di RSU H Adam Malik Medan, sebelum kejadian, korban diajak bertemu oleh pelaku yang baru dikenalnya berinisial D, di Pajak Melati (Medan Tuntungan) sekira 14.00 wib.

“Setelah bertemu, pelaku lantas membawa korban menuju ke arah Sei Mencirem dengan mengendarai sepeda motor milik pelaku,” sebutnya.

Setibanya di TKP, pelaku memberhentikan sepeda motornya dengan alasan untuk istirahat. Begitu berhenti, pelaku malah mengajak korban berhubungan intim, namun korban menolaknya. Karena korban menolak, pelaku kemudian menyetubuhi korban secara paksa sembari mencekik dan memukuli wajah korban.

“Merasa korban sudah tewas lalu pelaku beranjak meninggalkan TKP dengan membawa barang-barang milik korban berupa uang sebanyak Rp 600 ribu serta 1 unit Hp merk strowbery,” sambungnya.




Saat diwawancarai lebih lanjut, mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua ini pun menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terbujuk rayu oleh orang yang baru dikenal.

“Masyarakat harus hati-hati. Karena kejahatan melalui Hape dan Media sosial, gampang memperdaya korban ya,” terang Martualesi Sitepu.

Yanti Kumala Dewi menjadi korban pemerkosaan dan perampokan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya [Kamis 14/12: sekira 15.00 wib.

Korban akhirnya ditemukan terkapar tak berdaya oleh warga bernama Ari (25) warga Dusun 5, Desa Tengah (Kecamatan Kutalimbaru) sekira 18.00 wib, di areal kebun jagung di Dusun 5 Desa Tengah, Sungai Mencirem.

Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan. Korban mengalami kekerasan di wajahnya dan hampir tidak bisa dikenali karena sudah bengkak akibat dianiaya oleh pelaku. Dalam kondisi sekarat, warga kemudian membawa korban ke salah satu klinik dan selanjutnya dirujuk ke RSU H Adam Malik.





Leave a Reply