LGBT itu bukan penyakit menular macam HIV Aids. Bagi mereka yang menolak LGBT hanya karena alasan AGAMA, saya sarankan untuk membaca buku-buku BIOLOGY. Di sana pelaku LGBT ternyata bukan dari kalangan species manusia saja, tapi ada begitu banyak species yang mempraktekkan LGBT dengan gayanya masing-masing.

Jadi berhentilah menjadi manusia TOLOL karena kurang PIKNIK dalam pemahaman-pemahaman bilogis yang itu sifatnya genetik.

Kita semua terlahir dengan orientasi sexual yang beragam, yang doyan TEMPIK di goreng silahkan. Yang doyan Tempik dibacem, silahkan. Yang doyan terong dicabein silahkan, yang doyan terong dimayonesin silahkan.







Negara tidak boleh membuat aturan hukum yang diskriminatif hanya karena perbedaan orientasi seksual. Apalagi argumennya selalu meminjam argumen AGAMA. Itu tolol bin idiot namanya.




Tuhan, kalau mau protest terhadap prilaku LGBT tapi ternyata di alam semesta, wilayah planet bumi saja, ada begitu banyak species yang malah bisa hidup santai dengan perilaku “menyimpang” mereka menurut AGAMA.

Maka TUHAN itu bisa dilabel telah gagal dalam proses penciptaanNya, atau mungkin dulu Tuhan lupa menambahkan “bumbu iman” sehingga dia harus repot-repot mengutus sang nabi untuk meluruskan prilaku yang dicap menyimpang.

Bagi saya, ini adalah ketololan yang Maha Kuasa. Ternyata Dia tidak punya cukup kuasa untuk membungkam mereka yang jelas-jelas secara alamiah punya orientasi seksual yang berbeda dengan mahluk yang doyan mengklaim dirinya sebagai mahluk yang beriman.

Saya kasih tau, LGBT itu ada jauh sebelum species manusia berpikir tentang LGBT, bahkan jauh sebelum ‘spesiment’ tuhan ada.

Get over it and enjoy you pussy and your dick head.

#Itusaja!

Leave a Reply