Kolom Ganggas Yusmoro: ANDAI BUNG KARNO TAHU TENTANG MONAS NOW

1
619

Seorang Soekarno, sebagai pejuang sejati, yang telah merasakan pahit getirnya perjuangan, yang harus keluar masuk penjara demi terwujudnya Kemerdekaan RI, demi terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia yang mandiri, dan mempunyai cita-cita agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar, maka setelah Pak Soekarno bisa mewujudkan cita-cita dari seluruh bangsa, Pak Karno membangun Monas.







Sebagai bangsa yang besar, Pak Karno menginginkan sebuah monumen yang fenomenal. Yang bisa menyatukan pikiran serta cita-cita bangsa sehingga membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme generasi muda agar mencintai negeri ini untuk mengisi Kemerdekaan.

Sejarah dibangunnya Monas butuh proses panjang. Mulai bentuk dan material pilihan yang konon bisa bertahan 1.000 Tahun.

Ketika Monas selesai dibangun, dengan tinggi menjulang, yang di atasnya ada emas murni berkilauan, adalah filosofi bahwa cita-cita bangsa ini seyogyanya juga tinggi menjulang dengan kemurnian berpikir yang orientasinya untuk bangsa dan negara.




Monas yang berdiri kokoh akhirnya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bangsa yang terdiri dari banyak Suku, Agama dan Ras.

Nah, ketika Seorang Ahok ingin mendudukkan Monas sebagai Monumen Bangsa, monumen yang bisa menjadi kebanggaan bangsa ini, dengan ditata rapi, indah dan bersih, yang berfungsi sebagai tempat untuk belajar berbangsa dan bernegara, dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan dan kepentingan politik satu golongan, sekarang sepertinya cita-cita besar Pak Soekarno sudah dilupakan.

Monas, Monumen Nasional seakan menjadi penyaluran syawat politik. Lebih celakanya lagi, di Monas dikibarkan atribut Khilafah. Atribut yang ingin merongrong Pancasila!

Andai Bung Karno masih hidup, akan kuulurkan tissue untuk air mata Sang Proklamator.








1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.