Jika manusia adalah mahluk yang punya kebebasan untuk menentukan “nasibnya” sendiri, lalu untuk apa lagi meminta legitimasi Tuhan, atau permisi pada Tuhan untuk menggunakan kebebasannya?

Toh, konon Tuhan sendiri pernah bersabda: “Bahwa saya tidak akan merubah suatu kaum, sampai suatu kaum tersebut merubah dirinya sendiri.”

Lah memuja Tuhan ngga jelas macam ini adalah problem mental, tepatnya mental disorder. Tau kan maksud mental “disorder”? Semacam sampah yang berhamburan, berserakan. Sementara mental order sedikit berbeda, dia terorganisir dengan baik, walaupun dicap sampah.

#Itusaja!

FOTO HEADER: Siska Veronica beru Tarigan (Foto model SORA SIRULO)








1 COMMENT

  1. Toh, konon Tuhan sendiri pernah bersabda: “Bahwa saya tidak akan merubah suatu kaum, sampai suatu kaum tersebut merubah dirinya sendiri.”

    Saya jadi teringat liriik lagu Karo ‘sada pemere dibata, siwah salu usaha’ he he . . . sepertinya tanpa usaha manusia itu sendiri, hanya sepersepuluh dari tiap kerjaan bisa selesai. Atau ini juga tak mungkin tanpa usaha sendiri.

    Sepertinya ajaran lama keagamaan (Tuhan) ini bisa berubah juga dalam pandangan manusia pada era keterbukaan . . . Atau apa yang masih bisa tetap bertahan dalam era keterbukaan? Bahkan Marx dan Lenin ternyata juga adalah bagian dari Illuminati. Bagaimana sosialisme dan komunisme tidak bangkrut?

    Keterbukaan, keterbukaan . . . membuka segala-galanya, dan mematikan segala-galanya yang tidak tahan terbuka!

    Neolib yang begitu kuat selama setengah abad, sekarang terpaksa mengakui kebangkrutannya, bahkan kematiannya seperti diakui oleh the economist koran Rothschild bilang and ‘admitted that the globalist elitists that formed it are “spinning in their graves.”

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.