ADINDA DINDA. MEDAN. Pemko Medan berkomitmen penuh dalam penangulangan penyakit tuberkolosis (TB) di Kota Medan. Komitmen ini dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No.85/ 2017 tentang Penanggulangan  TB  pada bulan November lalu.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ketika ketika menutup kegiatan TB Cepat JKM USAID 2017 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota [Jumat 15/12].







“Perwal tentang TB sudah kita keluarkan. Perwal  ini  merupakan bentuk keseriusan Pemko Medan dalam menanggulangi penyakit tersebut. Dengan diterbitkannya Perwal itu, Kota Medan kita harapkan terbebas dari penyakit TB,”  kata Wakil Wali Kota.

Dengan berakhirnya program ini, Wakil Walikota berharap para kader TB Cepat dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat Kota Medan sehingga Kota Medan menjadi kota Zero TB.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada USAID yang telah menjadi motor penggerak penanggulangan TB dikota Medan, saya berharap melalui program ini para kader TB dapat mengimplementasikannya di tengah-tengah masyarakat Kota Medan,” harapnya.

Akhyar selanjutnya mengungkapkan, klasus TB di Kota Medan yang ditemukan dan dilaporkan sejak tahun 2013 S/D 2016 adalah 5333, 5773, 6421 ,dan 7431 kasus. Sedangkan pasien TB resisten obat sampai saat ini di kota Medan ada 299 kasus.

Dari data yang ada bilang Akhyar, tentunya menjadi perhatian dan meningkatkan kewaspadaan semua , sebab berdasarkan survei prevalensi yang lama presentase pencapaian penemuan hampir 90%.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, maka perlu dilakukan peningkatan pelayanan TB dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course) yang berkualitas dengan melibatkan seluruh penyedia pelayanan serta melibatkan penderita TB dan masyarakat dengan semboyan TOSS (temukan obati sampai sembuh),” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Wakil Walikota, Puskesmas, Lapas, Rutan, BP4 dan Rumah Sakit Pemerintah sudah 100% melayani TB dengan strategi DOTS, sedangkan RS Swasta baru 60% DOTS, hal ini tentunya menjadi perhatian dan harus terus dikembangkan.

Penutupan ini turut dihadiri oleh Direktur Jaringan Kesejahteraan/ kesehatan masyarakat, Dr. Delyuzar MKed, Pengurus JKM, Dr. H. Indra Utama SE MSi serta para kaderTB Cepat JKM USAID.








Leave a Reply