Oleh: Novy Pattikawa (Brussels)

Dari “body language“ Anies-Sandi, ketahuan sekali kalau hanya “uang“ yang ada di pikiran mereka. Bagaimana meraup uang negara dalam waktu 5 tahun ke depan. Terbukti acara di Monas bukan ide mereka berdua. Karena pakai anggaran Pemprov, makanya Anies “think again”.

Yang satu terlibat kasus DUGAAN PENGGELAPAN TANAH dan KORUPSI WISMA ATLET. V. Bicaranya gagap eeee….. eeee…. Yang satu lagi mantan Mendikbud yang melakukan korupsi sistematis selama 3 hari acara pameran buku di Jerman mulai 14-18 Oktober 2015 dengan biaya Rp 146 miliar.







Tidur mereka nggak lagi nyenyak. Kalaupun nyenyak, pasti nenggak obat tidur. Tapi, ada baiknya juga, yaitu:

1) Kaum 58% turut menonton kelakuan mereka

2) Bagi kami yang menonton dari luar negeri, ternyata mereka berdua laksana boneka yang disetir dari belakang (boneka tanpa harga diri)




3) Kita belajar, mereka berdua hanya beruntung karena orangtua mereka punya uang cukup untuk menyekolahkan mereka ke luar negeri (masih banyak kok sarjana Indonesia yang lebih pintar dari mereka, but “not lucky enough”

4) Coba ditest, berani nggak Anies bangun gereja seperti Ahok bangun masjid?

5) Politik itu bersih, orangnya yang kotor.

Saran saya: dana untuk Natal di Monas, berikan saja untuk panti asuhan. Genangan air karena banjir di daerah pemukiman penduduk selama lebih dari 48 jam, akan mengakibatkan penyakit.

Teori mereka “tinggi harga” nya, tapi praktek mereka “rendah mutu” nya. Malah tak ada harganya ——— What a shame!!

FOTO HEADER: Penulis (kanan) bersama seorang warga senior di sebuah desa Peru (amerika Latin).





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.