Kolom Andi Safiah: WARAS DIBUANG

1
440

ILC itu saya singkat dengan “Indonesian LIAR Club”, dimana kebohongan disampaikan secara terbuka, sementara kebenaran sederhana “dibully” karena alasan-alasan religioso yang menipu. Lihat saja perdebatan antara kewarasan yang diwakili oleh wanita hebat seperti Cania dan ketidakwarasan oleh seorang yang berkopiah hitam tapi argumennya penuh Fallacy.

Salah satu Fallacy yang ditampilkan adalah bahwa Indonesia adalah negara yang bertuhan. Ini adalah argumen Fallacy yang super salto. Indonesia itu adalah organisasi besar dan di mana-mana yang cocok disebut atau dicap bertuhan adalah manusia yang ada dalam sebuah organisasi, bukan organisasinya.







Karni Ilyas sebagai “provokator” ulung juga nampaknya terlihat bingung ketika bicara tuhan dan ketuhanan. Dia tampaknya tidak paham, bahwa tuhan hanyalah konsep semacam “tatanan moral yang diimaginasikan oleh sebuah masyarakat” dan Tuhan jelas sekali tidak mengenal yang namanya Agama.

Lihat saja Tuhannya orang Islam berbeda dengan Tuhannya orang Kristen, atau Hindu, atau Konghuchu, atau Tuhannya orang Yunani kuno. Jika bangsa ini dicap sebagai bangsa bertuhan hanya karena ada pasal dalam Pancasila yang menyebutkan “ketuhanan” maka ini akan menjadi malapetaka selamanya di republik ini.




Karena interpretasi yang beredar dalam masyarakat Indonesia adalah interpretasi yang bias (menyimpang) dan penuh dengan agenda politis.

Kita ingin menegaskan hanya orang-orang yang bertuhan yang punya hak hidup di republik ini, padahal soal kepercayaan pada Tuhan atau ketidakpercayaan pada Tuhan menjadi hak asasi setiap manusia yang hidup di dalam negara demokrasi.

Dan, jika negara ini terjebak dalam urusan Tuhan, maka tidak heran jika urusan manusia yang menjadi dasar berdirinya negara ini akan terbengkalai sampai kapanpun juga.

ILC adalah contoh forum yang sukses menjungkirbalikkan akal sehat manusia Indonesia, lewat propaganda-propaganda fallacy dalam setiap tayangannya.

Mereka menempatkan kepentingan Tuhan di atas kepentingan manusia, sehingga manusia Indonesia adalah korban langsung dari kebijakan-kebijakan negara yang tidak berpijak di atas akal dan kewarasan manusia.

Yang waras dibuang dan yang idiot dipelihara hanya karena suaranya lebih lantang. Di sinilah kebenaran filsafat ‘tong kosong nyaring bunyinya’.

#Itusaja!





1 COMMENT

  1. “jika negara ini terjebak dalam urusan Tuhan, maka tidak heran jika urusan manusia yang menjadi dasar berdirinya negara ini akan terbengkalai sampai kapanpun juga.”
    Betul sekali pernyataan ini. Tetapi siapakah yang menginginkan negara ini terbengkalai? Jawabannya kalau sekarang ini memang jelas, yang menginginkan itu ialah kaum agamis yang mau bikin negara kilafah, dengan membengkalaikan NKRI. Lantas kalau kilafah sudah berdiri apakah tidak ada lagi yang menginginkan negara kilafah ini jadi negara terbenkalai pula? Masih akan terus mau dijadikan negara terbengkalai, karena ‘negara terbengkalai’ bukan tujuan tetap alat untuk mengendalikan suatu negara. Negara terbengkalai gampang dikendalikan, itulah tujuan utamanya. Itulah alat utama menguasai dan mengontrol dunia dalam program NWO (THE New World Order).

    Tetapi sekarang ini sudah jelas terlihat dan sudah diakui oleh gembong-gembongnya kalau program NWO itu sudah kollaps atau ‘finished’ kata gembong terbesar neolib bankir besar Rothschild. Padahal Rothschild bilang 30 tahun lalu kalau pada tahun 2018 NWO sudah akan berdiri, artinya tahun depan mestinya sudah berdiri NWO itu.

    NWO adalah program gelap yang dipaksakan tanpa iluminasi (pencerahan). Kenyataan ialah bahwa abad keterbukaan telah mendahului abad kegelapan NWO dan semua programnya sudah gagal. Kegelapan tidak bisa berdiri dalam keterbukaan. Kegelapan hanya mungkin berdiri dalam kegelapan juga, seperti sudah berlaku selama setengah abad rencana NWO itu.

    Dan kegelapan sudah ada dan berlaku sejak adanya kekuasaan. Dan organisasi pertama kemanusiaan yang memanfaatkan kegelapan ini ialah organisasi yang dibangun oleh orang-orang yang ‘sudah tercerahkan’ (illuminati). Illuminati sudah ada dan sudah berdiri kukuh sejak abad 18.

    Orang-orang yang sudah tercerahkan ini mengerti sungguh soal kekuatan dalam perbedaan. Orang-orang yang sudah tercerahkan ini (Illuminati) memang sangat pandai soal kontradiksi, soal perbedaan yang memiliki inherent energi yang luar biasa kuatnya dalam tiap kontradiksi. Perbedaan sebagai sumber energi memang bisa sangat luar biasa kekuatannya, luar biasa pengaruhnya, bisa mematikan jutaan jiwa manusia. Tetapi yang lebih luar biasa lagi (lebih luar biasa karena belum banyak manusia yang mengetahui) ialah adanya kekuatan tertentu atau grup tertentu yang pandai sekali memanfaatkn perbedaan yang luar biasa itu. Siapakah dia orang pandai ini? Itulah orang-orang yang sudah tercerahkan itu – ILLUMINATI. Mereka sudah tercerahkan jauh diatas yang lain atau manusia lain. Terutama tercerahkan dalam soal kontradiksi itu.

    Bisa dipastikan atau logis juga kalau program NWO sudah ‘finished’ berarti juga bahwa kekuatan pendorong membengkalaikan suatu negara juga akan berkurang secara drastis. Itu logika, konskwensinya. Tetapi sampai dimana pengurangan kekuatan ‘pembengkalai negara’ ini masih akan kita saksikan diseluruh dunia. Seperti kekuatan terorisme sudah semakin meredup, salah satu logika tadi.

    Begitu juga dalam abad KETERBUKAAN ini sudah jelas terlihat bahwa orang-orang yang tercerahkan secara ‘luar biasa’ juga bukan hanya orang-orang ‘illuminati’ itu. Saya maksudkan dengan ‘luar biasa’ disini ialah bahwa pencerahan itu mendalam dan meluas ke ratusan juta publik dunia. Ini luar biasa dan tak ada lawannya dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam era kemanusiaan. Illuminati (orang tercerahkan) ratusan juta manusia adalah kekuatan (energi) yang tidak akan ada lawannya.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.