Yesus berkulit coklat mengajar tari. Dia mengajar dengan perbuatan, bukan dengan kata-kata. Warna kulitnya yang berbeda tidak membuatnya merendahkan tradisi manusia-manusia yang dikasihiNya.


Justru dia lebur dalam budaya manusia-manusia yang Dia kunjungi dengan penuh cinta.

Semoga damai dan kasih putih menjenguk kita sekalian, melebur benci dengan kasih, mencintai bumi dan segala isinya.

Selamat Hari Natal, wahai Sahabat dan Kerabat beserta segenap pembaca www.sorasirulo.com dan www.kahekolu.com.

Pemimpin redaksi

Ita Apulina Tarigan

Keterangan gambar:
Lukisan I Nyoman Darsane “Sermon at the Seaside” – 1988.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.