IMANUEL SITEPU. KUTALIMBARU. Kapolsek Kutalimbaru (AKP Martualesi Sitepu SH MH) mengunjungi kediaman Yanti Kumala Dewi (34), korban pencurian dengan kekerasan (Curas) disertai pelecehan sexual. Kunjungan dilakukan di kediamannya Jl. Nasional Gg. Keluarga, Kelurahan Menteng (Medan Denai) [Kamis 28/12: sekira 19.30 wib].

Kehadiran Kapolsek beserta rombongan disambut hangat oleh ibu korban Anim Sui (57) didampingi oleh 3 putranya Ramadani, Tri Setiadi dan Alfarino.

“Kami kemari sekedar bersilaturahmi dan sekaligus melihat perkembangan kesehatan korban setelah dirawat di RSU H. Adam Malik Medan,” terang AKP Martualesi Sitepu.







Mendapat tamu istimewa, korban beserta ibunya Anim Sui menyampaikan banyak terimakasih atas perhatian Kapolsek yang juga telah menangani biaya pengobatan anaknya di klinik Desa Sei Mencirim dan memindahkannya ke RSU H. Adam Malik.

“Terimakasih kami ucapkan atas perhatian bapak kepada kami. Semoga bapak tetap dalam lindungan Allah SWT. Kami minta kepada bapak agar pelakunya dihukum dengan seberat-beratnya,” ujar Anim Sui.

Sementara menurut penjelasan korban, pelecehan seksual dan pencurian dengan kekerasan yang dialaminya [Jumat 14/12] di sebuah gubuk perladangan berlokasi di Pasar IX Desa Sei Mencirim (Kecamatan Kutalimbaru) oleh pelaku Deni Triswanda (20) bermula sekira jam 11.00 wib. Saat itu, pelaku meminta bertemu di Simpang Melati dengan alasan mau mengenalkan korban dengan orangtua pelaku.




“Sebelum berangkat, pelaku meminta agar menyimpan hape saya. Dengan alasan untuk mengecek siapa saja yang menghubungi saya,” ujar korban.

Akan tetapi sambungnya, setibanya di areal kebun jagung, pelaku menghentikan sepeda motor yang dikendarainya untuk istirahat sembari mengatakan kalau kebun jagung tersebut adalah milik opungnya.

“Dalam gubuk di areal ladang jagung tersebut, pelaku minta kami berhubungan badan. Namun saya tolak. Tapi aku terus dipaksa. Aku kemudian beralasan sedang datang bulan,” tambahnya.

Pun demikian, pelaku terus memaksa. Akan tetapi korban tetap menolak. Lalu pelaku mendorong korban dan korban telentang dilantai gubuk. Setelah itu, pelaku mencekik korban menggunakan kedua tangannya.

“Aku kemudian dipukuli sampai tak sadarkan diri. Setelah itu aku tak tau apa yang terjadi pada diriku,” kata korban sedih.

Sebelum meninggalkan kediaman korban, di akhir pertemuan, Kapolsek Kutalimbaru (AKP Martualesi Sitepu SH MH) memberikan bingkisan kepada korban sembari menyemangatinya untuk tetap kuat dan tabah menjalani kehidupan ini.





Leave a Reply