Kolom Ganggas Yusmoro: CATATAN KECIL TENTANG PAK JOKOWI DI PENGHUJUNG TAHUN

0
488

Puji syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Segalanya, Presidenku tetep diberi kesehatan, diberi Kekuatan dan bahkan di penghujung tahun ini. Seorang Mantan Tukang Kayu, seorang yang nampaknya klemar klemer, telah menjadi orang hebat di kolong langit ini. Bahkan beliau mendapat gelar The Man Of The Year. Luarbiasa bukan?

Sejujurnya, sejak awal ada yang selalu dirasakan dengan situasi perpolitikan di negeri ini. Sejak awal, yang dimotori politikus oportunis sepertinya tidak rela jika Pak Jokowi yang telah terbukti kinerjanya dan prestasinya. Hingga dari waktu ke waktu terasa deg-degan. Sport jantung yang tidak berkesudahan.







Issue rasial, bahkan sekaliber Pak Amin dedengkot politikus kawakan bahkan bertubi-tubi menginginkan Pak Jokowi agar Test DNA. Entah apa maksudnya, atau ada korelasinya antara Test DNA dengan berafiliasi dengan partai terlarang, Pak Amin bagaikan orang kesambet minta test DNI dan DNA.

Yang lebih membuat makin menguras adrenalin serta makin membuat debaran jantung tiada henti adalah, ketika Pilkada DKI, seorang Ahok yang bermaksud baik, namun justru ucapan Ahok dijadikan trigger. Dijadikan pemicu untuk ‘menghabisi’ seorang Jokowi.

Keputusan yang fenomenal dari keberanian Pak Jokowi adalah ketika HTI, yang selama ini malang melintang, berusaha merongrong Pancasila. Oleh rezim sebelumnya HTI seakan diberi panggung, tapi oleh Pak Jokowi, Presiden yang dianggap klemar klemer, HTI dibubarkan.

Pak Jokowi yang berusaha menyelamatkan negeri ini dari rongrongan para pengasong khilafah, apakah lalu mendapat apresiasi dari Partai Sapi Cs? Justru mereka malah menganggap Jokowi seorang presiden yang otoriter, kejam dan tidak berperasaan.

“Kejam nian Dikau, Pak Jokowi.”

Tiga Tahun sudah Pak Jokowi memegang tampuk kekuasaan. Bersama team kabinet dan Pak Tito serta Panglima TNI, crew yang mempunyai integritas, kapabilitas serta berkwalitas. Mereka berkeliling ke seluruh pelosok negeri agar ada keseimbangan dan pemerataan pembangunan.

Namun, yang paling istimewa adalah, ada pria SUMUT yang telah menyunting gadis Solo. Putri semata wayang Pak Jokowi. 2 hati yang telah menyatukan budaya, merekatkan rasa persatuan dan kesatuan yang dikemas dalam nilai-nilai tradisi leluhur yang begitu menawan. Yang sederhana namun membuat bangsa ini mustinya harus jujur mengakui bahwa budaya negeri ini adalah budaya dari bangsa yang beradab. Yang tentu saja bangsa ini tidak akan rela digantikan oleh budaya manapun juga. Apalagi dari Budaya Negeri Onta.

Sehat dan Sukses selalu Presidenku bersama Keluarga.

Rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas. Halangan dan rintangan sudah pasti ada. Kami para Kecebong akan berdiri tegap di belakang anda untuk Periode Ke Dua.








Leave a Reply