Kepada Mas Budiman Sudjatmiko, di bawah ini sampul buku dengan wajah mudamu.. Aha..!!! Judul yang sungguh menggetarkan kami kala itu. Ya, kami merasa “senafas” dengan perjuanganmu, yaitu “MENOLAK TUNDUK”.

Kali ini kan kulanjutkan perjuanganmu wahai “seniorku”. Aku tahu dan berupaya memahami engkau yang sekarang tidak dalam posisi untuk itu. Namun, aku enggan berpikir lantaran apa engkau demikian.

Setidaknya, engkau masih dalam “tubuh” yang sama ketika aku mengenalmu. Pikiran-pikiranmu yang revolusioner kuyakini masih bersemayam di dadamu. Aku pun yakin masih ada “api” dalam rongga dadamu. Untuk itu, kutitip pesan padamu:

Mas… “REVOLUSI MENTAL” belum berjalan. Faktanya hanya berupa “SEMBOYAN ABAL-ABAL”.

#Salam_Rakyat_Demokratik








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.