Kalau bicara “Kemelekatan” atau menempel pada sebuah “pemahaman”, kita semua masih melekat, atau masih floating di atas apa yang kita sebut ruang dan waktu. Bahkan, hingga saat ini, kita terus mencoba menjelaskan apa yang kita sebut ruang dan waktu itu.

Artinya, pikiran kita memang tidak akan pernah berhenti bergerak mengikuti hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini, dan hukum-hukum itu punya banyak “nama”.

Ada yang menyebutnya hukum “karma”, ada yang menyebutnya hukum causalitas, ada yang menyebutnya Tuhan, etc. Kamu bisa saja melebel apapun, baik, buruk, jelek cakep, kafir, beriman, laknat, terpuji, etc.

Semua itu justru menunjukan bahwa kita memang sedang mengambang dalam ruang dan waktu serta akan terus mencoba menjelaskan posisi kita sebagai salah satu element yang berinteraksi dengan elemen yang lainnya.

Never ending proces and evolutions.

#Itusaja!








Leave a Reply