Sirulo TV: Tahun Baru Karo di Utrecht

1
342

LORETA KAROSEKALI. UTRECHT. Sebagian sudah tiba di rumah Vanda beru Tarigan (Utrecht) di hari terakhir Tahun 2017 untuk kemudian secara bersama-sama menyambut Peralihan Tahun 2017 – 2018 dengan pesta kembang api di sana. Tapi sebagian besar lainnya baru datang keesokan harinya [Senin 1/1].

Sejak selepas siang mulai berdatangan satu per satu orang-orang Karo ke rumah Vanda. Ada perempuan-perempuan Karo datang bersama suami yang orang Belanda dan anak-anak mereka.




Ada sepasang suami istri yang keduanya adalah orang Karo (Harmadi Sinuhaji dan Ester beru Tarigan) yang juga bersama anak-anak. Ada yang datang tidak bersama istri seperti Ketua HMKI Belanda (Kinok Surbakti) dan Pemimpin Umum SORA SIRULO (Juara R. Ginting). Ada juga yang tanpa suami datang bersama anak-anak, seperti halnya Dona beru Sebayang.

Tuan rumah menyediakan beberapa jenis makanan untuk makan malam, tapi sebagian besar makanan dibawa oleh para tamu. Ada gulai ikan salem yang sangat besar. Ada ayam gulai, jambe (labu kuning) dengan nurung kerah (ikan selai/ asap), tahu sambal, tempe goreng, acar, dedaunan yang dimasak mirip tasak tiga, rendang Belanda, dan beberapa lainnya.

Ada juga kue-kue: cake jambe (labu kuning), godok-godok khas Belanda (oliebool), kue bawang, kembang loyang, dan sejenis kue salju. Serpina membawa tape Merah Putih (pulut merah dan pulut putih).




Paling unik dari semua makanan adalah acara membuat cimpa. Cimpa adalah lepat yang terbuat dari tepung ketan yang diisi (intinya) dengan campuran gula merah dan kelapa. Setelah dibungkus dengan daun pisang (aslinya di kampung Karo dengan daun singkut), lalu dikukus.

Menurut tuan rumah (Rosvanda), tepung dan inti cimpa itu dikirim dari Tigabinange (Kecamatan Tigabinanga, Karo Barat). Jadi, kemarin adalah acara mem bungkus dan mengkukusnya. Di Karo, acara seperti ini adalah pekerja muda mudi (aron) sambil bersendagurau (guro-guro), sedangkan yang kemarin menjadi ajang melepas rindu satu sama lain sekalian merayakan Tahun Baru 2018.








1 COMMENT

  1. Wow . . pesta tahun baru Karo Belanda, mburo ate tedeh . . . cimpa . . .
    ‘menjadi ajang melepas rindu satu sama lain’. Bisa nerasajkan nikmatnya atau tepatnya ‘tedehna’ dari jauh he he . . . .
    Selamat Tahun Baru Karo Belanda.
    MUG

Leave a Reply