Kolom Sanji Ono: SAAT SAPI, KUDA, KEBO DAN BANTENG BEREBUT JABAR

2
1055

Partai sapi dari dulu itu udah terkenal sebagai penghianat. Dulu, zaman Pak Mantan (waktu Pemerintah mau naikin BBM mereka lantang menolak, padahal mereka ngakunya sebagai partai pendukung pemerintah. Kursi menteri mereka doyan alias mau, tapi dukung pemeritah nanti dulu. Apalagi soal kebijakan yang tidak populis, mereka pura-pura jadi pahlawan bertopeng yang bangun kesiangan.

Nah, di Pilgub Jabar si Kebo kembali dikadalin sama sapi. Udah serius koalisi ngusung Cagub cap Badak, eh …. di tengah perjalanan si Sapi selingkuh ama kuda mengusung Cagub yang namanya nyaris belum pernah terdengar; baik di bumi bulat maupun di bumi datar.







Langkah Partai Sapi dan Kuda memajukan cagub Antah Berantah tentu sebuah kebodohan akut. Jabar adalah lumbung suara Nasional dengan Jumlah DPT mencapai 32,8 juta dan menjadi DPT terbesar di Indonesia. Dengan memuculkan figur yang sudah dikenal saja seperti Demiz, RK atau DM belum tentu bisa memenangkan Pilgub Jabar. Lah, ini kok yang dicalonkan Cagub nggak jelas?




Menarik ditunggu apa yang terjadi di Jabar setelah Beringin mencabut mandatnya untuk RK dan Banteng awal bulan ini baru mengumumkan calonnya.

Apakah Banteng akan berkoalisi dengan Beringin memunculkan RK berpasangan dengan DM, ataukah DM dengan Demiz?

Ah siapapun yang menang di Pilgub Jabar gua iklas asal bukan calon dari Sapi dan Kuda. Tanya kenapa?

Alasannya ada dua. Pertama, jelas Cagub mereka akan selalu jadi perusuh untuk Pakde dalam menjalankan semua kebijakan Nasionalnya. Ke dua, coba lihat dech, emang ada daerah yang maju saat Kepala Daerahnya dari Partai Sapi atau Partai Kuda? Yang ada, sekolah dibakarin, duit Bansos dikorupsi…


2 COMMENTS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.