Kolom Eko Kuntadhi: AHOK GAK PERNAH KALAH

0
983

Ternyata Ahok gak kalah-kalah. Orang boleh saja mengeluarkan energi habis-habisan untuk memukul mundur Ahok. Sebelum dimulai Pilkada Jakarta, FPI sudah sibuk berteriak anti Ahok. Alasannya apalagi kalau bukan soal agama. Ayat yang dimainkan selalu Al Maidah 51.




FPI gondok, lantas melantik Gubernur KW 9 untuk lucu-lucuan. Hasilnya, ternyata gak lucu sama sekali.

Lalu dimulailah Pilkada 2016. Setiap kampanye Ahok menghadapi persekusi. Dia dicegat orang yang ketakutan imannya terganggu. Tapi, kampanye jalan terus. UU mengatur kampanye adalah hak kandidat. Siapa yang menghalangi, terkena pidana.

Gak cukup mengancam kampanye, para pendukung Ahok juga kena persekusi. Kekerasan muncul dimana-mana. Dari mulai pendukung yang masih hidup sampai yang sudah jadi jenazah tidak luput dari ancaman. Mereka mengancam dengan menjajakan ayat-ayat Tuhan. Al Madinah 51 jadi primadona.

Saat pencoblosan ada gerakan Tamasya Almaidah yang intinya seperti psywar kepada calon pendukung Ahok. Lalu diputaran ke dua suara Ahok jauh di bawah Anies-Sandi. Ahok kalah? Belum.

Buktinya setelah itu, ribuan karangan bunga menghiasai Balai Kota. Para pendukungnya dari berbagai pelosok mengungkapkan rasa cintanya. Di Pilkada Jakarta Ahok boleh kalah, tapi di hati masyarakat dia keluar sebagai pemenang.

Orang yang merasa menang sebel. Kalah kok, dapat karangan bunga? Lalu buruh-buruh dikerahkan untuk membakar karangan bunga itu. Mereka marah.




Gak cukup dikalahkan suaranya dalam Pilkada. Bermula dari unggahan video Buni Yani, Ahok menghadapi tuduhan penistaan agama. Lalu 7.000 triliun orang berbondong-bondong sholat Jumat di Monas. Tujuannya menekan supaya Ahok dipenjara.

Palu hakim diketuk, lalu Ahok digiring ke Mako Brimob. Apa Ahok sudah kalah? Sekali lagi belum.

Bermula di Jakarta, ada ungkapan simpati pada Ahok. Aksi sejuta lilin menjadi simbol Ahok tetap memenangi pertarungan, setidaknya di hati banyak orang. Aksi itu diikuti di hampir semua kota. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Ahok menang lagi.

Dari Mako Brimob, orang tetap mempercayakan masalahnya kepada Ahok. Siswi SMA 3 Lamongan berkirim surat meminta bantuan agar ijazahnya bisa ditebus.

Ahok bereaksi, dia meminta staffnya mengurus masalah rakyat kecil itu. Masalah hampir selesai. Tapi banyak orang marah. Bagaimana orang di penjara masih bisa menolong orang lain. Mereka seperti terus menerus dikalahkan oleh Ahok.

Sementara pemenang Pilkada di Jakarta sampai sekarang juga belum merasa menang. Bayang-bayang Ahok tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Dimulailah langkah baru. Mereka membentuk KPK lokal. Tugasnya mengorek-ngorek sampah masalah saat kepemimpinan Ahok. Kasus Sumber Waras yang dinyatakan KPK sudah klir, diangkat lagi.

Entahlah, seolah Gubernur dan Wakil Gubernur terus menerus merasa dikalahkan oleh Ahok, hingga mereka mencari jalan bagaimana mengalahkan Ahok. Nah, KPK lokal ini salah satu cara untuk memukul Ahok lagi.

Ahok memang luar biasa. Dia kalah suara dalam Pilkada. Dia kalah di pengadilan dan sudah dipenjara. Tapi di hati banyak orang dia selalu keluar sebagai pemenang.




“Tapi yang menang Pilkada justru punya mental pecundang, mas mas?” Bambang Kusnadi mulai berceloteh.

“Maksudnya, Mbang?”

“Mereka menang Pilkada, tapi selalu iri pada Ahok. Buktinya ngorek-ngorek masalah terus.”

Orang yang tidak berharap apa-apa, tidak akan pernah kehilangan apa-apa. Mungkin karena itulah Ahok gak kalah-kalah. Meski mereka terus menerus berusaha menjatuhkannya.

Dan kemenangan politik sesungguhnya adalah bagaimana memenangkan hati rakyat.

CATATAN REDAKSI:

Video di bawah adalah dari acara Seribu Lilin Untuk Ahok di Makam Pahlawan, Kabanjahe (Dataran Tinggi Karo). Hanya ada 2 MAKAM PAHLAWAN di Indonesia (Surabaya dan Kabanjahe). Video ini sangat mengharukan karena seolah-olah warga Suku Karo mengadu pada arwah-arwah pahlawan bangsa untuk membela Ahok. Kabanjahe disebut juga Kota Pahlawan karena Suku Karo tak pernah sedetik pun menyerah pada penjajah.

Ribuan Warga Tanah Karo memasuki Makam Pahlawan Kjahe, memasang 10000 lilin buat keadilan dan kebebasan AHOK. Bangga dan terharu….

Posted by Caranta Pinem on Friday, May 12, 2017










Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.