Ada seorang mualaf yang baru masuk Islam ikut rombongan jama’ah menghadiri tabligh akbar dengan pembicara Ustadz Maulana. Meski tak begitu paham dengan apa yang dibahas, maklum baru kemarin masuk Islam, tapi dia sering tertawa melihat gaya khotbah sang ustadz lucu. Bahkan sampai hafal betul dengan kata-kata yang sering diulang ini: “Jama’aah…. O… jama’ah… Alhamdulillah…”

Sepulang dari acara pengajian, rombongan melewati tempat mangkal para wanita tuna susila (WTS). Melihat pakaian para PSK yang menggoda iman tersebut, kontan seluruh rombongan santri istighfar: “Astaghfirullah hal adziem…”

Karena belum bisa melafalkan kata-kata tersebut, si mualaf hanya diam saja. Hingga seorang santri menegurnya: “Jika melihat sesuatu yang tak pantas, jangan diam saja… Ucapkanlah istighfar..”

“Tapi saya belum bisa mengucapkan kata dalam bahasa Arab, istri… eh apa tadi? Istri Jafar?” sahut si mualaf polos.

“Istighfar…” jelas teman santrinya dengan menahan senyum.

“Kalau belum fasih Bahasa Arab, pakai bahasa Indonesiapun tak apa…”

“Oo…. begitu, ya?”

Tak berapa lama, rombongan santri tersebut kembali melewati seorang bencong memakai rok mini dan rambut palsu. Sebelum yang lain sempat istighfar, tiba-tiba terdengar si mualaf (bermaksud) istighfar keras-keras: “Jama’aaah… O… jama’ah…. Alhamdul…. lillah…!!”

Nampaknya slogan Ustadz Maulana memang begitu ngetrend. Tapi lebih baik daripada sloganya si Bibib buronan: “Kafiirr!!!! Bunuhh !!!! Takbiiir!!!!”








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.