Manusia-manusia setengah setan. Bukan manusia juga bukan setan. Yang selalu berbicara agama bak seorang ajengan. Bajunya sih seperti malaikat, namun itu hanya tipu muslihat agar banyak orang menjadi taat.

Agar tidak terendus kelakuannya yang clingus, mereka selalu berbicara sesuatu rencana dengan religius. Nama nabi dicatut. Nama Tuhan diturut. Penuh hasut agar mendapat pengikut.

Yang namanya manusia setengah setan, ulama yang baik dihujat dan divista karena tidak satu golongan. Yang namanya manusia setengah setan, pemimpin yang baik, yang mengabdi pada rakyat, yang tidak suka dan tidak pernah berbicara menjelekkan orang lain, eeh …. malah difitnah dan dihina.




Oleh para manusia setengah setan, agama hanyalah barang dagangan. Ayat-ayat yang konon suci dibuat seperti sayuran. Ternyata tujuannya hanya kekuasaan. Ternyata itu semua demi harta dan kekayaan. Jangan terkejut jika belakangan akhirnya ketahuan punya wanita piaraan. Meski katanya halal, namun wanita piaraan bisa lebih dari dua. Agar apa? Bisa crot kiri, crot kanan.

Setelah akhirnya keturutan dan duduk di singgasana kekuasaan, apakah memikirkan rakyat dan kemaslahatan? Apakah orientasinya demi perbaikan tatanan?

Masih mencatut nama Tuhan, para manusia setengah setan selalu tetap bergaya bak begawan agar tidak ketahuan. Yang tetap bermulut bak seorang sastrawan, namun hanya mikirkan keuntungan.

Apakah di negeri ini ada manusia setan?








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.