Kolom Asaaro Lahagu: 100 HARI, ANIES SUKSES SAINGI AHOK

0
1240

Pencitraan Anies selama 100 hari jabatannya menggelegar hebat. Ia memporakporandakan kebijakan pendahulunya Ahok, menabrak aturan baku, memainkan kata-kata dan menjungkirbalikkan istilah. Anies, Sang Professor, alumni Amerika semakin asyik mengotakatik kebijakan yang ada.

Anies melontarkan istilah pribumi untuk meraih simpati kaum pribumi. Ia memuaskan nafsu pedagang kaki lima untuk berjualan di badan jalan di Tanah Abang. Namun, di saat bersamaan, Anies memantik api jeritan para supir angkot yang dia larang melewai Jl. Jati Baru, Tanah Abang.




Anies mempersilahkan Monas menjadi area unjuk keagamaan, mempersilahkan becak datang kembali menghantui dan menyemrawutkan Jakarta. Anies semakin bernafsu mengotakatik Jakarta. Ia mempersilahkan motor berlalulalang di Jl. Thamrin dan ingin menonton kembali kemacetan yang mengerikan di jantung Jakarta.

Anies puas melihat muka warga Jakarta yang kusut memikirkan skenario rumah DP nol persen, rumah berlapis alias susun, program OK OC yang hanya pelatihan cuap-cuap. Anies bangga menutup Hotel Alexis diringi senyum kecut berganti nama menjadi 4play.

Anies menabuh genderang perang kepada para pengusaha. Ia mengotakatik kepastian hukum dengan mencabut HGB di tanah reklamasi Jakarta. Agar terlihat hebat, Anies lalu membentuk tim 72 untuk membantu dirinya membangun Jakarta plus KPK Jakarta hasil penerawangan, Bambang Widjojanto yang pengangguran selepas gagal kembali menjadi pejabat KPK.

Lalu, apa tujuan Anies dengan pencitraan itu? Jelas Anies ingin meraih simpati kaum rakyat jelata. Ia ingin menjadi Presiden kaum penarik becak, pedagang kaki lima, kaum nelayan, rakyat jelata, penghuni rumah DP nol persen, pemotor dan penerima hibah APBD. Dengan strategi itu, kelak ketika ia menjadi calon Presiden atau wakil Presiden 2019 mendatang, Anies dikenal sebagai pahlawan keberpihakan. Apakah itu berhasil?

Jelas Anies berhasil dan lebih mentereng dibanding Ahok. Anies terlihat bersukaria, berpesta pora mengubah wajah Jakarta kembali ke wajah aslinya. Anies asyik melihat rakyat Jakarta dan kaum pendatang kembali berpesta dan bermandi kekumuhan, kesemrawutan dan kesakitan jiwa 20 persen menurut Sandi dengan santapan kue OK OC.

Kini, Anies dengan sangat cepat mampu menyaingi Ahok dan sukses menyabet gelar hebat ‘pahlawan keberpihakan’. Jika Ahok mampu merubah wajah Jakarta dalam dua tahun, Anies lebih hebat. Ia mampu mengubah wajah Jakarta dalam sekejap.

Simsalabim bamba saladu saladim. Anies berhasil membangunkan preman Tanah Abang.








Leave a Reply