Ketika Jokowi Ahok terpilih menjadi DKI 1, bangsa ini begitu terkesima dan mengacungkan jempol ketika Pak Jokowi Ahok langsung membuat gebrakan menata para pelayan masyarakat. Saat itu rakyat betul-betul merasa tersanjung dan merasa dimanusiakan oleh kebijakan-kebijakan luar biasa mereka.

Ketika Pak Jokowi terpilih menjadi RI 1, sebagai penerus, Ahok juga tetap melanjutkan kebijakan Jokowi. Meski dengan cara berbeda, Ahok memanfaatkan Tehnologi IT untuk memantau kinerja RT/RW hingga Lurah. Ini juga efektif agar rakyat DKI bisa dilayani dengan baik.

Yang lebih fenomenal adalah, seorang Ahok menerapkan transparansi anggaran dengan E Budgeting serta mengefisienkan kinerja para PNS untuk lebih disiplin. Agar PNS tidak malas.

Oleh Ahok semua diperhatikan. Mulai sampah hingga kebersihan kali. Mulai KJP Hingga kemudahan dalam berobat. Apa hasilnya? Satu demi satu masalah DKI terurai. Saat itu sebutan ibu kota lebih kejam dari ibu tiri berangsur hilang. Jakarta saat dipimpin oleh Ahok lebih indah dan manusiawi.




Ahok memang masa lalu. Kekalahan Ahok yang tragis karena ulah Buni Yani membuat bangsa ini harus menangis prihatin. Prihatin bahwa anak bangsa yang berprestasi serta penuh dedikasi mengabdi pada negrinya harus tersingkir karena dituduh melakukan penistaan terhadap agama.

Tatanan yang sudah baik sudah tiada. Sudah tidak ada lagi setiap pagi rakyat berbondong-bondong mengadu dan berkeluh kesah kepada pemimpinnya.

Sekarang DKI bagaikan film India tahun 80an. Yang kumuh, semrawut dan preman ada di mana mana.

Kerja keras Pak Jokowi, Ahok dan Pak Djarot sudah dirusak. Sia sia.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.