Manusia bermental baja

 

Memahami Jokowi adalah memahami wong cilik yang kepingin bangsa dan negara ini maju dan mengejar ketertinggalan. Memahami Jokowi adalah memahami cita-cita dari leluhur bangsa ini bahwa negeri yang kaya raya ini sudah jauh tertinggal dari negeri-negeri tetangga.

Itu kenapa sesaat setelah beliau dilantik, meski saat itu kubu KMP berusaha menggoyang dari rumah wakil rakyat dengan UU MD3, Jokowi tidak larut dalam situasi yang tentu saja akan mengganggu kinerjanya.




Menyadari bahwa 5 tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk mewujudkan impian, Jokowi bergerak cepat. Dengan simbol lengan yang disingsingkan, seorang Presiden harus terpaksa turun langsung membenahi proses bongkar muat yang ada di pelabuhan. Dengan kaki jenjang yang melangkah cepat, beliau bergerak dan bergerak melihat fakta bahwa pembangunan di Indonesia tidak merata. Dengan mata kepalanya sendiri, beliau melihat banyak jalan dan bendungan-bendungan yang mangkrak.




“Ini harus dibereskan,'” begitulah kira-kata tekat bulat Pak Jokowi.

Tapi, uangnya dari mana? Sumber Daya Alam nyaris sudah menipis. Namun, sebagai seorang yang mumpuni, beliau dengan penuh perhitungan mencari sumber dana untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut.

Berbagai cara ditempuh, antara lain adalah laut musti diamankan dari para pencoleng, membuat kebijakan Tax Amnesty, mencabut subsidi BBM yang faktanya salah sasaran.

Bagi seorang Jokowi, terpilih kembali atau tidak itu tidak dipikirkan. Yang lebih penting adalah, selama 5 tahun di tangan beliau, Indonesia semakin nyata hasil pembangunannya. Tantangan sudah pasti ada. Sebagai manusia beragama, beliau sadar betul bahwa Tuhan akan bersama orang-orang baik.





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.