JEBTA B. SITEPU. ASAHAN – Jalan lintas besar Sigura-gura Asahan-Tobasa Km 8 saat ini kondisinya sudah normal dan dapat dilalui kendaraan tanpa kendala, setelah sebelumnya mengalamai kerusakan dan amblas. Wagubsu (Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MHum) meninjau kondisi jalan yang baru selesai dibangun oleh Pemerintah Provinsi tersebut pada akhir tahun 2017 lalu [Jumat 26/1].
Peninjauan jalan tersebut dilakukan oleh Wagubsu dalam rangka memastikan pembangunan konstruksi berjalan sesuai dengan harapan  dan arus lalulintas kembali berjalan normal.




Badan jalan yang dibangun dari sumber dana APBD Provinsi Sumut ini sebelumnya sulit dilalui kenderaan akibat sempat mengalami kerusakan dan amblas. Selanjutnya, Pemrov Sumut menggolontorkan anggaran sekitar Rp 2.5 miliar lebih untuk pembangunan turap sebagai antisipasi longsor badan jalan serta perbaikan jembatan di dua lokasi, tepatnya pada ruas jalan kilometer 8 Desa Lobu Rappa dan jembatan Aeknagaga yang menghubungkan ke Sigura-gura Tobasa. Jalan tersebut sudah diperbaiki dengan cara cor konstruksi turap sepanjang 200 meter dengan kedalaman 8 meter.

Wagubsu  Nurhajizah Marpaung dalam kesempatan itu mengatakan jalan besar Sigura-gura Asahan yang bisa tembus hingga Toba Samosir sangat penting dan menjadi jalan alternatif bagi warga.

“Bagi warga  Asahan menuju Tobasa, begitu juga sebaliknya, warga Tobasa dan sekitarnya dapat langsung menuju Asahan tanpa harus melalui Kota Siantar. Karenanya jalur ini sangat penting bagi aksesibilitas warga sehingga memang perlu segera diperbaiki,” ujar Nurhajizah.

Wagub Sumut menjelaskan bahwa dirinya pada 5 Desember tahun lalu melintas jalan tersebut, dan melihat langsung kondisinya rusak parah. Pengendara yang ingin melintas terpaksa mengambil jalan alternatif melewati lahan pribadi warga setempat dan dikenakan biaya.

“Warga yang memiliki mobil ataupun angkutan umum membayar restribusi  dan ini memberatkan pengguna jalan,” katanya.

Setelah melihat langsung kondisi jalan pasca pembangunan, Wagubsu menyatakan jalan dan jembatan yang sudah selesai dibangun itu cukup bagus karena sudah dicor dengan konstruksi turap. Dengan model konstruksi turap tersebut, menurut Wagubsu jalan tersebut lebih tahan terjadi longsor.

Pada kesempatan tersebut Wagubsu mengaku senang dengan selesainya perbaikan Jalan Besar Sigura-gura kilometer 8 yang sempat longsor itu. Begitu juga perbaikan jembatan yang sudah dilakukan. Perbaikan jalan ini, menurut Wagubsu juga sangat penting mengingat jalan yang melintasi Desa Tangga Kecamatan Songsongan terdapat sungai Asahan merupakan jalan wisata.

“Jalan ioni kan jalan wisata karena sering digunakan untuk perlombaan arung jeram baik nasional maupun tingkat international dan bahkan menjadi objek wisata alam bagi masyarakat,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lobu Rappa Sastrika Handayani Marpaung mengungkapkan masyarakat sangat terbantu dengan pembanggunan jalan tersebut.

“Padahal sebelumnya masyarakat yang melintas harus menggunakan jalan penduduk dan dikutip biaya Rp 5000 bagi pengendara mobil umum maupun pribadi,” ujarnya saat turut meninjau jalan yang sudah selesai diperbaiki tersebut.

Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi Provsu Haris mengatakan, selain perbaikan jalan yang longsor, pihaknya juga berencana akan memperbaiki jalan di Desa Aek Nagaga yang sedikit terdapat kerusakan pada hotmix-nya.

“Kita sudah memasukkan perbaikan jalan hotmix pada anggaran tahun 2018,” tandasnya.









Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.