Ketika Anis “menang telak”, nyaris seluruh Indonesia Raya yang nota bene juga haters Jokowi bersorak-sorai. Gemuruh suara menyebut nama Tuhan. S eorang yang dianggap menista agama telah “terkalahkan”. Sekali lagi, terkalahkan. Artinya apa? Mereka merasa menang. Merasa..

Waktupun bergulir, ada petinggi partai pendukung yang katanya lebih Islami juga ikut gegap gempita mengatakan “Jakarta akan dijadikan Kota yang Syariah”. Bahkan masih terngiang-ngiang seorang pinisepuh yang sekarang menjadi wakilnya Pak Jokowi juga ikut ikut nimbrung “Jakarta akan dibuat seperti ibukota Turki”. Keren, kan?




Ekspektasi boleh setinggi bintang. Mimpi boleh “sundul langit”. Namun, ketika harapan itu ternyata yang dilihat dan dirasakan oleh warga ibukota negeri kita tercinta ini ternyata tidak sesuai kenyataan, apa yang terjadi?

Program OK OC yang terbukti riba, yang terbukti bak “tukang kredit keliling” yang berbunga 13%, telah membuat semua terkejut “haaaaaaahhhhhh”. Lalu, syariahnya di mana?

Ketika Jakarta semakin kumuh, beberapa jalan sudah dikuasai oleh PKL (Pedagang Kaki Lma, red.), trotoar sudah tidak ramah lagi buat pejalan kaki. Bahkan memaksakan becak untuk turun ke jalan. Tentu lalu lintas makin semrawut. Lalu, jika mengingat kembali sang promotor yang mengajukan Si Gabener sebagai calon katanya Jakarta akan dibuat seperti Turki, Turki bagian manaaaaa?

Faktanya adalah, ada seorang ibu-ibu yang menyesal memilih Anies karena kartu KJPnya kosong glondangan. Padahal dulu dijanjikan KJP plus. ~ pluss menyesal kalee~

Jika Team Pembantu Anies yang berjumlah 70an orang dengan gaji kalau ditotal Rp. 80 Milyar, lalu kebijakannya ternyata hanya becak, maka patut dipertanyakan dengkulnya di mana?

“Kan terpilihnya Anies demi agama, Mas, ” kata Mbak Ngatemi.

“Demi agama ….?” ucapku lirih.

Dan, ketika televisi menyiarkan kemelut di negara Timur Tengah, yang terakhir ada bom hingga puluhan orang tewas, tiba-tiba juga saya gak habis pikir ketika agama menjadi pemicu konflik.








1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.